Story
Jingxin Pharmaceutical Mengajukan Kembali IPO Hong Kong, Dengan Alasan Obat Insomnia Baru

Summary
Zhejiang Jingxin Pharmaceutical Co., Ltd., sebuah perusahaan farmasi yang terdaftar di Shenzhen, telah mengajukan permohonan baru untuk pencatatan saham di papan utama Bursa Efek Hong Kong, yang menyoroti pergeseran strategisnya menuju obat-obatan inovatif untuk gangguan sistem saraf pusat.
Zhejiang Jingxin Pharmaceutical Co., Ltd. (002020.SZ) telah memperbarui penawarannya untuk pencatatan publik di papan utama Bursa Efek Hong Kong, menurut pengajuan yang diungkapkan pada 18 September. Langkah ini menandakan ambisi perusahaan untuk memasuki pasar modal internasional, yang didukung oleh peluncuran komersial obat inovatif pertamanya baru-baru ini.
CITIC Securities bertindak sebagai sponsor tunggal untuk penawaran umum perdana yang diusulkan.
Fokus Strategis pada Obat Sistem Saraf Pusat dan Kardiovaskular
Menurut prospektusnya, Jingxin Pharmaceutical secara strategis berfokus pada dua area terapi inti: penyakit sistem saraf pusat (SSP) dan penyakit kardiovaskular/serebrovaskular. Portofolio perusahaan mencakup obat generik, obat tradisional Tiongkok, biologis, dan bahan aktif farmasi (API).
Tonggak penting bagi perusahaan adalah peluncuran Didacinine (nama merek Jingnuoning®) yang sukses pada tahun 2023, sebuah obat inovatif Kelas 1 yang disetujui di Tiongkok untuk pengobatan insomnia. Berdasarkan pengajuan terbarunya, Didacinine adalah satu-satunya obat inovatif yang disetujui perusahaan. Perusahaan juga sedang mengembangkan kandidat obat lain, termasuk JX2201, obat Kelas 1 untuk kadar lipoprotein(a) yang tinggi.
Kinerja Keuangan
Pendapatan Jingxin Pharmaceutical terutama dihasilkan dari penjualan produk komersialnya, dengan arus kas digunakan untuk mendanai kegiatan penelitian, pengembangan, dan komersialisasi. Perusahaan melaporkan profitabilitas yang stabil selama beberapa tahun terakhir.
AdAngka keuangan utama dari prospektus meliputi:
- Pendapatan: Sekitar ¥4,07 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan ¥4,16 miliar pada tahun 2024 dan ¥4,00 miliar pada tahun 2023. Untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, pendapatan sekitar ¥1,99 miliar.
- Keuntungan: Sekitar ¥772 juta pada tahun 2025, naik dari ¥719 juta pada tahun 2024 dan ¥623 juta pada tahun 2023. Untuk enam bulan pertama tahun 2026, keuntungan sekitar ¥358 juta.
Prospek Pasar
Mengutip data dari konsultan industri Frost & Sullivan, prospektus ini menyoroti pergeseran signifikan di pasar farmasi Tiongkok. Meskipun pasar secara keseluruhan diproyeksikan tumbuh dari ¥1,65 triliun pada tahun 2025 menjadi ¥2,08 triliun pada tahun 2030, pangsa pasar obat-obatan yang dipatenkan diperkirakan akan meningkat dari 45,8% pada tahun 2021 menjadi 68,5% pada tahun 2030.
Sebaliknya, pangsa pasar obat generik diperkirakan akan menurun tajam dari 54,2% menjadi 31,5% selama periode yang sama. Tren industri ini menggarisbawahi pentingnya strategis dari pergeseran Jingxin menuju pengembangan obat inovatif, khususnya di pasar CNS, yang diperkirakan akan kembali tumbuh di Tiongkok hingga tahun 2030.