Story

Prospek Saham AS vs Eropa: Pasar Mana yang Tawarkan Potensi Kenaikan Lebih Tinggi?

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20262 min read
Prospek Saham AS vs Eropa: Pasar Mana yang Tawarkan Potensi Kenaikan Lebih Tinggi?

Summary

Pasar saham Eropa secara mengejutkan menyaingi kinerja pasar AS pada tahun 2026, dengan FTSE 100 Inggris memimpin kenaikan. Pergeseran ini didorong oleh valuasi yang lebih menarik di Eropa dan kekhawatiran atas arus kas di sektor teknologi AS.

Text size
Background

Dominasi pasar saham Amerika Serikat yang telah berlangsung lama kini mendapat tantangan signifikan pada tahun 2026, di mana sejumlah indeks utama Eropa menunjukkan kinerja yang setara atau bahkan melampaui tolok ukur AS. Perkembangan ini menandai pergeseran narasi dari supremasi AS menjadi konvergensi kinerja antar-kawasan.

Kinerja Mengejutkan dari Pasar Eropa

Data hingga 29 Juli 2026 menunjukkan pembalikan ekspektasi pasar. Indeks FTSE 100 di London menjadi pemimpin yang tidak terduga, sementara Euro Stoxx 50 juga membukukan kinerja yang kuat, menyaingi S&P 500.

  • FTSE 100: Naik +9,72% sejak awal tahun (YTD), melampaui indeks utama AS.
  • Euro Stoxx 50: Mencatatkan kenaikan +8,22% YTD, hampir setara dengan S&P 500.
  • S&P 500: Tumbuh +8,01% YTD, sedikit tertahan oleh pelemahan saham-saham teknologi raksasa.
  • Nasdaq 100: Naik +8,77% YTD, namun mengalami koreksi signifikan sebesar -6,76% dalam sebulan terakhir, mengindikasikan adanya rotasi dari sektor teknologi.

Prospek Amerika Serikat: Rotasi Internal dan Isu Arus Kas

Kinerja indeks S&P 500 menyembunyikan divergensi internal yang tajam. Saham-saham "Magnificent 7" hanya mencatatkan kenaikan rata-rata +3,7% YTD, tertekan oleh kinerja Microsoft (MSFT) yang anjlok -18,79% YTD. Sebaliknya, indeks yang berbobot setara (equal-weight) dan Dow Jones yang sarat dengan saham bernilai (value) menunjukkan ketahanan yang lebih baik.

Kekhawatiran utama di pasar AS adalah apakah belanja modal (capex) masif untuk kecerdasan buatan (AI) akan mampu menghasilkan laba yang sepadan. Analisis Reuters memproyeksikan bahwa pada tahun 2027, gabungan capex perusahaan teknologi besar dapat melampaui pertumbuhan arus kas operasional sebesar $534 miliar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi investasi dan tekanan pada arus kas bebas (FCF).

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kebangkitan Eropa: Valuasi dan Fundamental yang Membaik

Kebangkitan pasar Eropa ditopang oleh beberapa faktor fundamental. Pertama, sentimen positif dari kesepakatan dagang Uni Eropa-AS yang dicapai pada Juli 2025. Kedua, perbaikan fundamental emiten, di mana Barclays melaporkan adanya pengumuman awal kinerja positif selama dua kuartal berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2021. Barclays memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (EPS) di Eropa sebesar +12% untuk tahun 2026.

Secara khusus, indeks FTSE 100 diuntungkan oleh komposisinya yang cenderung ke sektor energi, keuangan, pertambangan, dan defensif—sektor-sektor yang berkinerja baik di tengah kenaikan harga minyak dan komoditas. Selain itu, data dari Citi menunjukkan potensi *short squeeze* pada FTSE 100, yang dapat memicu kenaikan tajam jika ada katalis positif.

Valuasi Menjadi Pembeda Utama

Kesenjangan valuasi tetap menjadi keunggulan struktural bagi Eropa. Saham-saham AS diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba ke depan (forward P/E) sekitar 29x, sebuah premium yang substansial dibandingkan dengan tolok ukur Eropa yang berada di level belasan kali.

Menurut Goldman Sachs, porsi kepemilikan saham dalam kekayaan finansial rumah tangga di AS telah melampaui real estat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, sebuah sinyal konsentrasi yang perlu diwaspadai. Sebaliknya, Barclays mencatat bahwa valuasi saham Eropa masih relatif menarik karena kenaikan harga sahamnya belum sepenuhnya mengejar pertumbuhan laba, menawarkan ruang untuk apresiasi lebih lanjut.

Back to latest news

LATEST