Story
Merek Sepatu PANE Picu Antrean Panjang di China, Jasa Titip Antre Laris Manis

Merek sepatu lokal China, PANE, menjadi fenomena baru di pasar ritel dengan produk sepatu *trainer* retronya yang dijual di kisaran harga 800-980 yuan. Popularitasnya yang meroket telah menyebabkan antrean panjang di berbagai gerainya, kelangkaan stok yang signifikan, dan bahkan memunculkan pasar sekunder untuk jasa titip antre atau "joki".
Lonjakan Permintaan dan Kelangkaan Stok
Menurut laporan dari Times Finance, pembukaan gerai pertama PANE di Shenyang pada bulan Juli lalu memicu antrean yang berlangsung lebih dari dua jam. Fenomena ini dimanfaatkan oleh para joki yang menawarkan jasa antre dengan tarif 50 yuan per jam untuk satu orang. Bahkan setelah sebulan beroperasi, antrean masih sering terjadi di banyak gerai.
Kelangkaan produk menjadi masalah utama baik di kanal daring maupun luring. Di toko fisik, banyak ukuran untuk model-model populer yang habis terjual, dengan konsumen harus melakukan pemesanan di muka dan menunggu dua hingga tiga minggu. Situasi di platform daring seperti Tmall dan DeWu tidak lebih baik, dengan beberapa model populer habis terjual di hampir semua ukuran dan masa pra-pemesanan mencapai 60 hari.
Strategi Pemasaran Cerdas
Didirikan pada tahun 2022 oleh Chen Ning, yang sebelumnya berpengalaman di merek jas pesanan (bespoke) Full Monty, PANE menerapkan strategi pemasaran yang berbeda dari merek olahraga tradisional. Alih-alih berfokus pada performa, PANE membangun citranya sebagai merek desainer melalui beberapa pilar:
Ad- Pemasaran Digital: Memanfaatkan platform media sosial seperti Xiaohongshu untuk membangun komunitas dan promosi dari mulut ke mulut.
- Dukungan Selebriti: Sejumlah artis dan figur publik seperti Tan Jianci dan Sun Yingsha terlihat menggunakan sepatu PANE, yang secara efektif meningkatkan popularitas merek.
- Penempatan Strategis: Gerai PANE sengaja ditempatkan di pusat perbelanjaan kelas atas, bersanding dengan merek-merek premium internasional seperti Descente, Salomon, dan Arc'teryx, untuk menargetkan konsumen dari kalangan kelas menengah.
Ekspansi Internasional dan Tantangan ke Depan
PANE secara aktif membangun kehadiran globalnya bahkan sebelum ekspansi fisik yang masif. Merek ini telah aktif di platform media sosial internasional dan berhasil menarik minat konsumen asing. Menurut laporan, gerai PANE di Shanghai mencatat sekitar 35% transaksi berasal dari pelanggan mancanegara. Perusahaan berencana membuka toko di Thailand dan *showroom* di Eropa serta Amerika.
Meski demikian, PANE menghadapi tantangan. Beberapa konsumen mengeluhkan kenyamanan produk, menyebut solnya terlalu tipis dan keras untuk harga premium yang ditawarkan. Cheng Weixiong, seorang konsultan strategi merek, menyatakan kepada Times Finance bahwa PANE harus beralih dari model bisnis yang bergantung pada kelangkaan dan popularitas sesaat ke fokus pada pengembangan produk, kanal distribusi, dan loyalitas pelanggan untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.