Story

BofA: Posisi Jual Yen yang Ekstrem Tingkatkan Risiko Aksi Jual di Jepang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
BofA: Posisi Jual Yen yang Ekstrem Tingkatkan Risiko Aksi Jual di Jepang

Summary

Bank of America melaporkan posisi spekulatif jual terhadap yen telah mencapai level ekstrem, memicu risiko pembalikan tajam dan aksi jual pada obligasi serta saham Jepang.

Text size
Background

Bank of America (BofA) melaporkan bahwa posisi spekulatif jual (short) pada yen telah mencapai level yang sangat tinggi, mendekati rekor yang terakhir terlihat pada Juli 2024. Kondisi ini meningkatkan risiko pembalikan arah secara tiba-tiba yang dapat memicu aksi jual pada aset-aset Jepang.

Analisis BofA yang dirilis pada hari Senin didasarkan pada data neraca pembayaran Jepang bulan Mei dan transaksi sekuritas internasional bulan Juni dari Kementerian Keuangan negara tersebut.

Posisi Pasar Mencapai Titik Jenuh

Menurut riset BofA, investor asing tercatat menjual obligasi dan saham Jepang pada bulan Juni, sebuah pembalikan setelah sebelumnya mencatatkan arus masuk yang besar. Arus investasi portofolio berubah menjadi arus keluar bersih (net outflow) pada bulan tersebut.

Beberapa indikator utama menunjukkan kondisi pasar yang ekstrem:

  • Posisi jual yen di CME mendekati level tertinggi pada Juli 2024.
  • Instrumen derivatif USD/JPY risk reversal satu tahun bergerak ke wilayah positif untuk pertama kalinya sejak 2022, mengindikasikan permintaan yang lebih tinggi untuk opsi beli (call) dolar terhadap yen.
  • Aktivitas *carry trade* yen, di mana investor meminjam yen berbunga rendah untuk berinvestasi di aset berimbal hasil lebih tinggi, tampaknya meningkat secara bertahap, sebagian besar didorong oleh pasar di luar jam perdagangan Tokyo.

Pendorong Pelemahan dan Potensi Pembalikan

Sample IUX Markets – In-articleAd

BofA mencatat bahwa aksi jual spekulatif terhadap yen didorong oleh meningkatnya perhatian pasar terhadap dua faktor utama: kekhawatiran fiskal Jepang dan persepsi bahwa Bank of Japan (BoJ) telah tertinggal dalam siklus pengetatan kebijakan moneter global.

Meski demikian, BofA mengidentifikasi tiga katalis potensial yang dapat memicu pelepasan posisi jual yen secara besar-besaran:

1. Intervensi mata uang oleh otoritas Jepang dengan skala yang lebih besar dari perkiraan pasar saat ini.

2. Pembalikan reli pasar saham global yang selama ini didorong oleh euforia seputar kecerdasan buatan (AI).

3. Pergeseran kebijakan dari pemerintah Jepang sebagai respons terhadap tekanan pasar yang terus meningkat.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyoroti bahwa fundamental neraca pembayaran Jepang terus membaik. Pertumbuhan ekspor yang didukung oleh permintaan terkait AI semakin mampu mengimbangi defisit pada neraca jasa digital.

Back to latest news

LATEST