Story
Bernstein Memulai Cakupan Saham Affirm dengan Peringkat 'Outperform' dan Target Harga $100

Perusahaan riset Bernstein telah memulai cakupan saham perusahaan *buy-now-pay-later* (BNPL) Affirm dengan peringkat Outperform dan target harga $100. Dalam catatannya, Bernstein menyatakan bahwa Affirm berada di "persimpangan unik dari beberapa pendorong pertumbuhan" meskipun sektor teknologi finansial (fintech) secara umum menghadapi skeptisisme.
Prospek Pertumbuhan yang Kuat
Bernstein memproyeksikan lintasan pertumbuhan yang solid untuk Affirm, meskipun mengakui adanya perlambatan dari tingkat historisnya. Perusahaan riset tersebut memperkirakan beberapa metrik kunci untuk Affirm:
- Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) untuk Gross Merchandise Volume (GMV) sebesar 28% dari tahun 2026 hingga 2029.
- Pertumbuhan pendapatan dikurangi biaya transaksi, yang merupakan KPI utama perusahaan, sebesar 27%.
- CAGR laba per saham (EPS) berbasis GAAP sekitar 50%, dengan proyeksi EPS mencapai $4,11 pada tahun 2029, atau 10% di atas konsensus pasar.
Analis Harshita Rawat dari Bernstein mencatat bahwa Affirm telah menunjukkan "perjalanan pertumbuhan yang luar biasa" bahkan saat sektor fintech mengalami siklus euforia dan volatilitasnya sendiri.
Pendorong Utama dan Peluang Pasar
Optimisme Bernstein didasarkan pada beberapa faktor, termasuk efek jaringan Affirm yang terus berkembang dan keberhasilan produk terbarunya. Jaringan perusahaan saat ini mencakup sekitar 27 juta pengguna dan 515.000 merchant.
AdSecara khusus, Affirm Card disorot sebagai pendorong pertumbuhan utama. Produk ini sekarang menyumbang 18% dari GMV, naik drastis dari sekitar 1% pada tahun 2023, dan tumbuh empat kali lebih cepat dari bisnis inti perusahaan dengan margin yang akretif. Dengan tingkat penetrasi baru 16% di dalam basis pelanggan Affirm, Bernstein melihat ruang yang signifikan untuk pertumbuhan lebih lanjut.
Dari sisi pasar, Bernstein mencatat bahwa BNPL saat ini hanya mewakili sekitar 5% dari e-commerce AS dan 1% dari total belanja kartu secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan adanya peluang pasar yang besar, terutama karena para merchant dan platform "semakin beralih ke metode ini untuk mendorong konversi dan nilai pesanan yang lebih besar."
Risiko Makroekonomi Tetap Jadi Perhatian
Meskipun prospeknya positif, Bernstein mengidentifikasi kondisi makroekonomi sebagai risiko terbesar yang perlu diwaspadai. Namun, laporan tersebut juga menyoroti beberapa faktor mitigasi yang dimiliki Affirm.
Perusahaan memiliki durasi pinjaman rata-rata tertimbang yang relatif singkat, yaitu hanya sekitar lima bulan, yang dapat mengurangi paparan terhadap risiko kredit jangka panjang. Selain itu, Affirm didukung oleh serangkaian mitra pendanaan yang semakin beragam, yang membantu mendiversifikasi sumber modalnya.