Story
Indeks Angkutan Curah Kering Baltik Melonjak ke Level Tertinggi Hampir Lima Tahun

Summary
Indeks utama angkutan laut untuk komoditas curah kering melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2021, didorong oleh kenaikan tarif yang signifikan di semua segmen kapal, terutama Capesize.
Indeks Angkutan Curah Kering Baltik (Baltic Dry Index/BDI), acuan utama untuk biaya pengiriman komoditas curah kering global, melonjak ke level tertinggi dalam hampir lima tahun terakhir. Menurut data Baltic Exchange pada hari Kamis, indeks keseluruhan naik 157 poin atau 4,7% menjadi 3.488, level tertinggi yang pernah tercatat sejak Oktober 2021.
Kenaikan Tarif di Semua Segmen
Kenaikan indeks secara luas didukung oleh penguatan tarif di semua segmen kapal. Indeks ini melacak tarif untuk kapal jenis Capesize, Panamax, dan Supramax yang mengangkut berbagai komoditas mulai dari bijih besi hingga biji-bijian.
Kapal Capesize Memimpin Reli
Segmen kapal Capesize, yang biasanya mengangkut kargo seberat 150.000 ton seperti bijih besi dan batu bara, menjadi pendorong utama kenaikan. Indeks Capesize meroket 400 poin atau 7,1% menjadi 6.042, mencapai level tertingginya sejak akhir 2023.
- Pendapatan rata-rata harian untuk kapal Capesize naik sebesar $3.632 menjadi $51.298.
AdSementara itu, indeks Panamax yang melacak kapal pengangkut batu bara atau biji-bijian seberat 60.000 hingga 70.000 ton, juga mengalami kenaikan. Indeks ini bertambah 28 poin atau 1,2% menjadi 2.457, dengan pendapatan rata-rata harian naik $248 menjadi $22.113.
Konteks Pasar Komoditas
Reli pada tarif angkutan laut ini sejalan dengan penguatan di pasar komoditas terkait, khususnya bijih besi. Harga kontrak berjangka bijih besi mendapat dukungan dari beberapa faktor, termasuk ekspektasi membaiknya permintaan dari pabrik baja seiring pulihnya tingkat operasi tanur tiup (blast furnace).
Selain itu, meredanya ketatnya pasokan batu bara kokas dan peningkatan ekspor baja juga berkontribusi pada sentimen positif di pasar. Kenaikan biaya pengiriman, seperti yang tecermin pada BDI, secara inheren juga menjadi faktor pendukung bagi harga komoditas yang dikirim melalui jalur laut.