Story
Saham Arm Turun Setelah HSBC Pangkas Rekomendasi Menjadi 'Hold'

Summary
HSBC menurunkan rekomendasi saham Arm Holdings menjadi 'hold' dari 'buy', dengan alasan reli tajam yang didorong oleh euforia AI telah melampaui valuasi fundamentalnya, menyebabkan saham desainer cip tersebut melemah.
Saham Arm Holdings (NASDAQ: ARM) berada di bawah tekanan setelah HSBC menurunkan peringkat sahamnya menjadi "hold" dari "buy". Menurut bank investasi tersebut, reli tajam yang dialami desainer cip ini telah memperhitungkan sebagian besar potensi pertumbuhan jangka panjang dari kecerdasan buatan (AI), sehingga menyisakan ruang terbatas untuk kenaikan lebih lanjut.
Saham Arm ditutup anjlok 6% di level $281,17 pada perdagangan hari Selasa.
Peringkat Turun di Tengah Reli Tajam
Dalam catatannya, HSBC menyatakan bahwa reli saham Arm telah melampaui ekspektasi mereka. Sejak acara "Arm Everywhere" pada bulan Maret, saham perusahaan telah melonjak 122%, jauh melampaui kenaikan 57% pada Philadelphia Semiconductor Index.
Reli ini didorong oleh antusiasme investor terhadap ekspansi Arm ke dalam CPU server untuk pusat data AI. Meskipun peringkatnya turun, HSBC menaikkan target harganya untuk Arm menjadi $315 dari sebelumnya $255. Namun, target baru ini hanya menyiratkan potensi kenaikan sekitar 5% dari harga penutupan 13 Juli.
Valuasi Dianggap Sudah Mahal
AdHSBC berpendapat bahwa valuasi Arm saat ini sudah sangat tinggi, diperdagangkan pada 139 kali proyeksi laba fiskal 2027 dan 95 kali laba fiskal 2028. Menurut analisis mereka, valuasi ini sudah mencerminkan peta jalan AI yang ambisius dari manajemen, termasuk target pendapatan $25 miliar dan laba per saham non-GAAP sebesar $9 pada tahun fiskal 2031.
Meski tetap positif terhadap prospek jangka panjang Arm, HSBC melihat bahwa kenaikan laba dalam jangka pendek akan terkendala.
Kendala Kapasitas Produksi
Salah satu tantangan utama dalam waktu dekat adalah terbatasnya kapasitas pengecoran (foundry) 3-nanometer di TSMC. Keterbatasan ini membatasi pengiriman CPU server AI dari Arm.
HSBC memperkirakan penambahan kapasitas yang signifikan baru akan terjadi pada paruh kedua tahun 2027. Selain itu, mereka meyakini TSMC kemungkinan akan memprioritaskan pelanggan yang sudah ada saat mengalokasikan kapasitas produksi baru tersebut.