Story
IPO Anthropic dan OpenAI Berpotensi Memicu Aksi Jual Dini Saham Blue-Chip

Rencana penawaran umum perdana (IPO) dari dua raksasa kecerdasan buatan (AI), Anthropic dan OpenAI, dapat memicu gelombang penjualan saham *blue-chip* yang berkinerja buruk lebih awal dari biasanya. Menurut laporan Evercore ISI, para manajer investasi institusional sedang mencari cara untuk menyediakan likuiditas bagi IPO jumbo tersebut.
Gelombang IPO Raksasa AI
Menyusul IPO bersejarah SpaceX pada 12 Juni, yang berhasil menggalang dana $75 miliar dengan valuasi $1,75 triliun, kini Anthropic dan OpenAI dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk melantai di bursa dalam beberapa minggu mendatang. Evercore ISI memperkirakan IPO dari Anthropic dan OpenAI dapat mengincar valuasi masing-masing sebesar $100 miliar dan $60 miliar.
Analis Evercore ISI menepis kekhawatiran bahwa IPO besar ini menandakan puncak pasar. Sebaliknya, mereka menyamakannya dengan IPO Netscape pada tahun 1995, yang menandai dimulainya siklus produktivitas jangka panjang yang didorong oleh teknologi transformatif. "Sangat mungkin rekor penggalangan dana dan valuasi SPCX (SpaceX) tidak akan bertahan hingga akhir tahun," tulis para analis.
Percepatan Aksi *Tax-Loss Selling*
Untuk mendanai alokasi pada IPO besar yang akan datang tanpa menambah utang, manajer portofolio cenderung memangkas kepemilikan saham yang berkinerja kurang baik. Praktik ini, yang dikenal sebagai *tax-loss selling* (penjualan untuk merealisasikan kerugian demi efisiensi pajak), biasanya dilakukan pada bulan Oktober.
Namun, Evercore ISI memprediksi para manajer dana akan mempercepat proses ini setelah periode libur *Labor Day* untuk membebaskan likuiditas. Evercore mengidentifikasi saham-saham yang rentan dilikuidasi berdasarkan beberapa kriteria, termasuk penurunan lebih dari 10% sepanjang tahun ini dan revisi laba negatif.
AdBeberapa saham berkapitalisasi besar yang dinilai rentan terhadap likuidasi meliputi:
- Tesla Inc (TSLA): Turun 21,3% YTD; revisi laba 3 bulan turun 10,3%.
- Lululemon Athletica Inc (LULU): Turun 51,6% YTD; revisi laba 3 bulan turun 10,7%.
- International Business Machines Corp (IBM): Turun 20,7% YTD; revisi laba 3 bulan turun 1,0%.
- McDonald’s Corp (MCD): Turun 16,3% YTD; revisi laba 3 bulan turun 0,6%.
Prospek Pasar Tetap Konstruktif
Meskipun ada potensi tekanan jual pada saham-saham tertentu, Evercore ISI mempertahankan pandangan konstruktif terhadap pasar saham secara luas. Firma tersebut mencatat bahwa indikator klasik dari puncak *bull market* struktural saat ini tidak terlihat.
Indikator-indikator tersebut antara lain siklus kenaikan suku bunga yang agresif dari Federal Reserve, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang melampaui 5%, ancaman resesi yang akan datang, atau euforia berlebihan dari investor ritel. Selain itu, rasio kejutan laba S&P 500 tetap kuat di sekitar 23%, yang menjadi sinyal positif bagi fundamental pasar.