Story

Laba Alphabet Cetak Rekor, Saham GOOGL Justru Anjlok Akibat Kekhawatiran Belanja AI

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20262 min read
Laba Alphabet Cetak Rekor, Saham GOOGL Justru Anjlok Akibat Kekhawatiran Belanja AI
Text size
Background

Saham Alphabet (GOOGL) anjlok secara signifikan sebesar 6,72% menjadi $319,12 per saham, meskipun perusahaan induk Google ini melaporkan kinerja kuartal kedua (Q2) 2026 yang memecahkan rekor. Reaksi pasar yang tampak berlawanan ini merupakan episode klasik "jual saat berita baik muncul" (*sell the news*), yang dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap rencana belanja modal perusahaan.

Pemicu Aksi Jual: Belanja Modal AI

Penyebab utama penurunan saham bukanlah kinerja keuangan Alphabet yang solid, melainkan pengumuman kenaikan belanja modal (capex) sebesar $15 miliar. Menurut laporan Investing.com, dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di atas tingkat pengeluaran yang sudah tinggi.

Pasar merespons dengan kecemasan mengenai imbal hasil dari investasi masif ini (Return on Investment/ROI). Sentimen ini diperburuk oleh tekanan eksternal, termasuk denda baru sebesar $1 miliar dari Uni Eropa terkait pelanggaran Digital Markets Act dan ancaman dari Reddit untuk memblokir akses Google dalam melatih model AI-nya.

Fundamental Kuat Sebagai Penopang

Meskipun terjadi aksi jual, sejumlah analis menyoroti fundamental kuat yang dapat menjadi katalis pemulihan harga saham. Beberapa faktor kunci yang menjadi sorotan antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Kepemilikan di SpaceX: Alphabet mengungkapkan kepemilikan saham senilai $94 miliar di SpaceX setelah IPO perusahaan tersebut. Aset ini dinilai belum sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar dalam valuasi saham GOOGL saat ini.
  • Tumpukan Kontrak Cloud: Google Cloud mencatat tumpukan kontrak (*backlog*) senilai $462 miliar, angka yang hampir dua kali lipat dari kuartal sebelumnya. Ini memberikan visibilitas pendapatan yang sangat kuat di masa depan.
  • Valuasi Menarik: Dengan rasio PEG (price/earnings to growth) sebesar 0,6, menurut analisis BMO/BofA, valuasi Alphabet dinilai menyisakan ruang pengaman yang signifikan bagi investor, mengingat estimasi laba per saham (EPS) telah direvisi naik sebesar 15,5% selama setahun terakhir.
  • Inovasi Efisiensi: Pengembangan chip eksperimental "Frozen v2" berpotensi meningkatkan efisiensi daya 6-10 kali lipat per token pada tahun 2028. Jika berhasil, inovasi ini dapat membuat belanja modal AI saat ini menjadi investasi yang mendanai dirinya sendiri melalui margin yang lebih tinggi.

Prospek dan Risiko ke Depan

Investor akan mengamati dengan cermat laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) 2026 yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Pasar mencari bukti bahwa akselerasi pendapatan Google Cloud dapat menjustifikasi tingkat belanja modal yang tinggi. Jika rasio capex terhadap pendapatan mulai menunjukkan kompresi, sentimen negatif yang membebani saham saat ini dapat dengan cepat berbalik.

Namun, risiko tetap ada. Persaingan dari model AI Tiongkok yang menekan harga secara global, potensi sengketa konten dengan penerbit lain, dan tantangan struktural terhadap monetisasi mesin pencari akibat AI menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Jika belanja modal tetap tinggi tanpa ekspansi margin yang terukur di unit Cloud, tekanan jual bisa berlanjut.

Back to latest news

LATEST