Story
Studi Adecco Group: AI Tidak Akan Picu Keruntuhan Lapangan Kerja

Summary
Perusahaan staf global Adecco Group menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menyebabkan keruntuhan pekerjaan massal, melainkan akan mentransformasi peran dan tugas dalam dunia kerja.
Sebuah studi dari perusahaan staf global Adecco Group menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan memicu keruntuhan lapangan kerja, meskipun ada kekhawatiran luas bahwa teknologi ini akan menggantikan banyak pekerja. Menurut perusahaan, AI lebih cenderung mengubah peran dan tugas yang ada daripada menghilangkannya sepenuhnya.
Evolusi, Bukan Kiamat Pekerjaan
CEO Adecco, Denis Machuel, menyatakan bahwa AI membawa evolusi besar dalam dunia kerja, tetapi "kiamat pekerjaan tidak akan terjadi." Ia berpendapat bahwa beberapa perusahaan menggunakan AI sebagai kedok untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebenarnya disebabkan oleh kinerja yang lebih lemah, restrukturisasi, atau masalah lainnya.
Adecco membandingkan dampak AI dengan revolusi industri sebelumnya, seperti penemuan mesin uap, listrik, dan internet, yang telah mentransformasi pekerjaan tanpa menyebabkan kehancuran pekerjaan massal. "Dengan data yang kami miliki sejauh ini, tidak ada bukti bahwa kita akan memiliki skenario yang berbeda dengan AI," tambah Machuel.
Konteks Pasar Tenaga Kerja Saat Ini
Laporan ini muncul di tengah berita PHK di beberapa perusahaan besar. Firma *outplacement* global Challenger, Gray & Christmas melaporkan bahwa pemberi kerja di Amerika Serikat telah menyebut AI sebagai penyebab hampir seperempat dari pemangkasan pekerjaan tahun ini. Perusahaan seperti Microsoft, HSBC, Amazon, dan Standard Chartered juga telah mengumumkan PHK seiring pergeseran investasi mereka ke arah AI.
AdNamun, Adecco menyoroti data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menunjukkan gambaran yang berbeda. Tiga setengah tahun setelah rilis ChatGPT dari OpenAI, tingkat pekerjaan di 38 negara anggota OECD justru berada pada rekor tertinggi dan tingkat pengangguran mendekati rekor terendah dalam sejarah.
Kebutuhan Adaptasi dan Peningkatan Keterampilan
Machuel menekankan bahwa perusahaan tidak bisa sekadar memangkas posisi junior atau tingkat pemula (*entry-level*) tanpa merusak jalur pengembangan talenta mereka. Sebaliknya, perusahaan perlu menciptakan kembali pekerjaan-pekerjaan tersebut agar AI dapat melengkapinya, bukan menggantikannya.
Untuk menghadapi transisi ini, Adecco menggarisbawahi pentingnya:
- Peningkatan keterampilan (*upskilling*) dan pelatihan ulang (*reskilling*) bagi tenaga kerja.
- Kolaborasi yang lebih erat antara perusahaan, pemerintah, dan sistem pendidikan untuk mempersiapkan angkatan kerja masa depan.