Story
Operator Pusat Data AI Nscale Mengajukan IPO Senilai $3 Miliar di Tengah Pendapatan yang Meroket dan Kerugian yang Membesar

Summary
Nscale, pengembang pusat data yang berfokus pada AI, telah mengajukan permohonan untuk go public di NYSE, mengungkapkan peningkatan pendapatan dua belas kali lipat di samping kerugian bersih yang hampir tiga kali lipat. Perusahaan ini telah mengamankan perjanjian komputasi besar senilai $45 miliar dengan perusahaan AI Anthropic.
Pengembang pusat data AI, Nscale, telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di AS, berupaya mengumpulkan dana hingga $3 miliar untuk membiayai ekspansi infrastruktur besar-besaran. Langkah ini dilakukan seiring dengan laporan pertumbuhan pendapatan eksponensial perusahaan yang didorong oleh permintaan yang tinggi akan daya komputasi AI, tetapi juga mengungkapkan kerugian finansial yang semakin dalam akibat pembangunan infrastruktur yang membutuhkan modal besar.
Detail Pengajuan IPO
Menurut pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada hari Jumat, perusahaan yang berbasis di London ini berencana untuk terdaftar di Bursa Efek New York dengan simbol ticker “NSCL”. Hasil IPO tersebut dialokasikan untuk investasi dalam peralatan pusat data guna memenuhi kebutuhan industri kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Pengajuan tersebut menyoroti pertumbuhan agresif perusahaan dan biaya yang besar. Untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni, Nscale melaporkan:
- Pendapatan: $140,6 juta, peningkatan lebih dari dua belas kali lipat dari $10,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.
- Kerugian Bersih: $1,02 miliar, meningkat secara signifikan dari kerugian $368,9 juta setahun sebelumnya.
Dinamika pendapatan dan kerugian yang melonjak ini mencerminkan investasi awal yang besar yang dibutuhkan untuk model bisnisnya, yang melibatkan pembelian GPU, pengamanan lahan dan daya, serta pembangunan pusat data skala besar sebelum menghasilkan pendapatan dari kontrak jangka panjang.
Model Bisnis dan Kontrak Utama
Berawal dari operasi penambangan mata uang kripto pada awal tahun 2024, Nscale merupakan bagian dari gelombang baru penyedia "cloud khusus". Tidak seperti penyedia hyperscaler tradisional seperti Amazon AWS atau Microsoft Azure, Nscale berfokus pada pembangunan dan penyewaan infrastruktur komputasi berbasis GPU khusus untuk pengembang model AI dan perusahaan teknologi besar.
AdSalah satu perjanjian terpenting perusahaan adalah dengan pemimpin AI Anthropic, yang pada bulan Agustus berkomitmen pada kesepakatan $45 miliar untuk menyewa kapasitas cloud AI dari kampus komputasi unggulan Nscale, Monarch Compute Campus di West Virginia. Nscale melaporkan telah mengamankan atau mengendalikan lebih dari 10 gigawatt (GW) daya untuk pusat datanya, dengan total nilai kontrak sekitar $103 miliar.
Untuk meningkatkan penawarannya, Nscale juga mengakuisisi startup perangkat lunak AI Anyscale senilai $1,65 miliar pada bulan Juli, yang menandakan langkah strategis untuk menyediakan perangkat lunak yang membantu klien menggunakan sumber daya komputasinya secara lebih efisien.
Keterkaitan dengan Nvidia dan Faktor Risiko
Ekspansi pesat perusahaan ini terkait erat dengan kemitraan strategisnya dengan produsen chip Nvidia, yang merupakan pemasok utama dan juga investor. Nvidia menjadi pemegang saham lebih dari 5% melalui waran yang diterbitkan selama putaran pendanaan tahun 2025. Hubungan ini semakin diperdalam bulan ini dengan kesepakatan bagi Nvidia untuk mengambil hingga $1,0 miliar dalam bentuk obligasi konversi tanpa jaminan atau saham tanpa hak suara.
Namun, pengajuan IPO Nscale juga mengidentifikasi ketergantungan pada Nvidia untuk pasokan GPU-nya sebagai faktor risiko utama. Perubahan apa pun dalam pasokan, harga, atau persyaratan kolaborasi dengan raksasa chip tersebut dapat berdampak signifikan pada rencana ekspansi Nscale. Dewan direksi perusahaan mencakup tokoh-tokoh terkemuka seperti mantan COO Meta, Sheryl Sandberg, dan mantan presiden urusan global Meta, Nick Clegg.
Konteks Pasar
Penawaran umum saham Nscale berlangsung di tengah meningkatnya minat investor terhadap perusahaan yang terpapar pada booming infrastruktur AI, yang telah menjadi pendorong utama pasar IPO global tahun ini. Pencatatan saham ini dipimpin oleh konsorsium bank termasuk Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Morgan Stanley.