Story

Deutsche Bank: Imbal Hasil Jadi Penggerak Utama Pasar Valas pada 2026

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20261 min read
Deutsche Bank: Imbal Hasil Jadi Penggerak Utama Pasar Valas pada 2026
Text size
Background

Strategi *carry trade* diperkirakan akan terus memberikan kinerja yang baik tahun ini karena stabilitas ekonomi global menjadikan imbal hasil (yield) sebagai pendorong utama di pasar valuta asing, demikian pernyataan Deutsche Bank AG pada hari Jumat.

Menurut George Saravelos, kepala strategi mata uang di Deutsche Bank, imbal hasil telah menjadi kekuatan dominan di pasar valas sepanjang tahun ini. Ia mencatat bahwa *carry* yang disesuaikan dengan risiko merupakan faktor terpenting di balik pergerakan mata uang pada tahun 2026, bahkan di tengah berbagai peristiwa besar seperti perang di Timur Tengah dan perubahan kepemimpinan di Federal Reserve.

Prospek Dolar AS dan Mata Uang Utama

Penilaian ulang pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat (*hawkish repricing*) telah muncul sebagai faktor positif terpenting bagi dolar AS. Saravelos berpendapat bahwa untuk menciptakan pergerakan dolar yang lebih besar, pasar perlu memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 75 hingga 100 basis poin atau lebih, yang akan mendorong dolar kembali ke status mata uang berimbal hasil tinggi.

Meski demikian, Deutsche Bank tidak melihat alasan kuat untuk memperkirakan euro akan jatuh lebih jauh atau dolar akan menguat secara luas. Bank tersebut menunjuk pada potensi risiko kenaikan pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi Eropa sebagai penopang euro.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Tekanan pada Yen dan Alternatif Franc Swiss

Yen Jepang terus menghadapi tekanan dari imbal hasil jangka pendeknya yang rendah dibandingkan dengan mata uang utama lainnya. Namun, upaya Jepang untuk mendorong investasi domestik dapat memperkuat mata uang tersebut di masa depan. Deutsche Bank mencontohkan reformasi Dana Pensiun Pemerintah Jepang pada tahun 2014 sebagai contoh bagaimana perubahan ekspektasi arus domestik dapat menghasilkan pergerakan valas yang signifikan.

Dalam konteks ini, bank tersebut menyatakan preferensinya untuk menggunakan franc Swiss (CHF) daripada yen Jepang (JPY) sebagai mata uang pendanaan untuk strategi *carry trade*.

Back to latest news

LATEST