Story

Citi: Reli Saham Jepang Jadi Pendorong Utama Pelemahan Yen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Citi: Reli Saham Jepang Jadi Pendorong Utama Pelemahan Yen
Text size
Background

Kenaikan pasar saham Jepang ke level tertinggi dalam sejarah menjadi pendorong utama aksi jual yen, yang disebabkan oleh transaksi penyeimbangan kembali (rebalancing) dan lindung nilai (hedging) oleh investor domestik maupun asing. Menurut analisis dari Citi, tren penguatan saham yang berkelanjutan akan terus memberikan tekanan ke bawah pada mata uang Jepang.

Pemicu di Balik Tekanan Jual

Citi menjelaskan bahwa investor yang memegang ekuitas Jepang sering kali melakukan lindung nilai terhadap eksposur mata uang mereka dengan menjual yen. Aktivitas ini meningkat secara signifikan ketika nilai ekuitas melonjak pesat, seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di mana indeks saham Jepang telah mencetak rekor baru.

Selama kenaikan tajam pada saham Jepang terus berlanjut, tekanan jual terhadap yen diperkirakan akan tetap ada. Hal ini terjadi karena investor berusaha mengamankan keuntungan mereka dari apresiasi saham dalam mata uang lokal mereka, sehingga meningkatkan permintaan untuk menjual yen.

Opsi Kebijakan dan Level Kritis

Menurut Citi, hanya ada dua cara untuk mengendalikan pelemahan yen dalam kondisi saat ini. Opsi pertama adalah Bank of Japan (BoJ) mempercepat normalisasi kebijakan moneternya. Opsi kedua adalah Kementerian Keuangan (MoF) melakukan intervensi langsung di pasar dengan membeli yen.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Bank tersebut mengidentifikasi level ¥165 per dolar sebagai level kritis yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Pelemahan yen juga diperparah oleh kebijakan moneter BoJ yang tetap ultra-longgar, sementara bank sentral utama lainnya telah menaikkan suku bunga, menciptakan diferensial suku bunga yang signifikan.

Prospek Jangka Panjang

Citi menambahkan bahwa jika laju kenaikan saham Jepang melambat, tekanan ke bawah pada yen akan mereda. Perlambatan reli akan mengurangi kebutuhan investor untuk melakukan lindung nilai dengan menjual yen secara agresif.

Meski demikian, bank tersebut menyatakan bahwa skenario bullish jangka panjang mereka untuk yen sebagian besar tidak terpengaruh, bahkan jika ekuitas Jepang terus mengalami kenaikan. Prospek jangka panjang akan lebih bergantung pada perubahan fundamental kebijakan moneter dan faktor makroekonomi lainnya.

Back to latest news

LATEST