Story

BofA: Intervensi Yen Tak Cukup, Butuh Sikap Hawkish dari BoJ saat USD/JPY Tembus 163

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20262 min read
BofA: Intervensi Yen Tak Cukup, Butuh Sikap Hawkish dari BoJ saat USD/JPY Tembus 163

Summary

Bank of America menyatakan kredibilitas yen semakin dipertanyakan seiring pelemahan melampaui 163 per dolar AS. Analis berpendapat bahwa intervensi saja tidak akan efektif tanpa kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank of Japan untuk menopang mata uang.

Text size
Background

Kredibilitas yen Jepang semakin dipertanyakan setelah nilai tukarnya melemah menembus level 163 per dolar AS, menurut analisis dari Bank of America. Bank tersebut memperingatkan bahwa upaya intervensi untuk menopang mata uang kemungkinan besar tidak akan berkelanjutan kecuali jika didukung oleh sikap kebijakan moneter yang lebih ketat atau *hawkish* dari Bank of Japan (BoJ).

Analisis Bank of America

Analis Bank of America (BofA) mencatat bahwa nilai tukar efektif riil yen telah jatuh ke level yang terakhir kali terlihat pada tahun 1960-an. Meskipun fundamental ekonomi Jepang menunjukkan perbaikan, seperti neraca pembayaran yang lebih kuat dan kinerja ekuitas yang unggul, pasar tetap sangat pesimistis (*bearish*) terhadap yen.

Sentimen negatif ini didorong oleh kekhawatiran fiskal dan persepsi bahwa Bank of Japan tetap "tertinggal di belakang kurva" dalam menormalisasi kebijakan moneternya dibandingkan bank sentral utama lainnya. Hal ini menciptakan tekanan jual yang berkelanjutan terhadap mata uang Jepang.

Level Intervensi dan Risiko Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut BofA, banyak investor kini memandang level 165 sebagai batas psikologis berikutnya yang dapat memicu intervensi dari otoritas Jepang. Jika pemerintah membiarkan pasangan mata uang USD/JPY bergerak secara signifikan melampaui level tersebut, pasar dapat menafsirkannya sebagai kurangnya kemauan untuk mempertahankan yen, yang berpotensi mempercepat aksi jual.

Episode intervensi sebelumnya gagal menciptakan penurunan yang berkelanjutan di bawah level 155. BofA menekankan beberapa poin penting:

  • Permintaan untuk membeli USD/JPY saat harga turun (*dip-buying*) kemungkinan akan terus berlanjut kecuali pasangan mata uang ini secara meyakinkan bergerak di bawah 155.
  • Risiko intervensi akan meningkat secara material jika USD/JPY mendekati 165.
  • Titik awal intervensi yang lebih tinggi akan membuat upaya untuk mendorong nilai tukar kembali ke bawah 155 menjadi semakin sulit.

Pada intinya, BofA berpendapat bahwa intervensi valuta asing saja tidak cukup untuk membalikkan tren pelemahan yen. Keberhasilan jangka panjang dalam menstabilkan mata uang sangat bergantung pada sinyal kebijakan yang kredibel dan lebih *hawkish* dari Bank of Japan.

Back to latest news

LATEST