Story

BofA: Pesimisme Terhadap Yen Capai Level Tertinggi 4 Tahun di Tengah Kekhawatiran Kebijakan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
BofA: Pesimisme Terhadap Yen Capai Level Tertinggi 4 Tahun di Tengah Kekhawatiran Kebijakan

Summary

Sentimen investor terhadap yen Jepang telah merosot ke level paling bearish dalam empat tahun, didorong oleh kekhawatiran atas prospek kebijakan moneter dan fiskal Jepang, menurut survei terbaru Bank of America.

Text size
Background

Sentimen investor terhadap yen Jepang telah memburuk ke level paling *bearish* dalam empat tahun terakhir. Menurut Survei Sentimen Valas dan Suku Bunga terbaru dari Bank of America (BofA) Global Research, kekhawatiran atas prospek kebijakan moneter dan fiskal Jepang kini melampaui risiko intervensi mata uang oleh pemerintah.

Sentimen Pasar Memburuk

Survei BofA pada bulan Juli menemukan bahwa pesimisme terhadap yen telah mencapai level paling ekstrem sejak 2022. Responden secara mayoritas menyebut risiko kebijakan Bank of Japan (BoJ) dan kebijakan fiskal sebagai alasan utama untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut pada mata uang tersebut.

Faktor-faktor ini lebih mendominasi daripada argumen penyempitan diferensial suku bunga atau valuasi. BofA mencatat bahwa posisi investor secara umum baru saja berubah menjadi sedikit *bearish*, yang mengindikasikan banyak pelaku pasar tetap berhati-hati karena kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang.

Posisi Spekulatif di Rekor Tertinggi

Namun, data dari posisi spekulatif menunjukkan gambaran yang lebih agresif. Menurut BofA, data dari CFTC menunjukkan bahwa *leveraged funds* saat ini memegang posisi jual bersih (*net short*) yen terbesar sejak 2007.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Hal ini menggarisbawahi seberapa besar pasar terus bertaruh melawan mata uang Jepang, meskipun ada peringatan berulang kali dari para pejabat. Laporan tersebut menyatakan bahwa risiko intervensi kemungkinan telah mencegah posisi menjadi lebih *bearish* lagi.

Prospek Kebijakan BoJ dan Dolar AS

Sentimen *bearish* ini muncul di saat investor terus mempertanyakan apakah BoJ akan memperketat kebijakan secara cukup agresif untuk mempersempit kesenjangan suku bunga yang lebar dengan Amerika Serikat. Meskipun responden survei BofA sekarang memandang BoJ sebagai bank sentral utama yang paling mungkin memberikan kenaikan suku bunga lebih dari yang diperkirakan pasar, banyak yang masih percaya normalisasi kebijakan akan tertinggal jauh.

Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve AS dapat mempertahankan suku bunga tinggi terus menopang dolar, memperkuat tekanan pada yen. Pelaku pasar akan mengamati dengan cermat pertemuan kebijakan BoJ berikutnya pada 30-31 Juli, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan memperbarui proyeksi ekonomi dan inflasi mereka.

Back to latest news

LATEST