Story

Bank of America: Dolar AS Diprediksi Stagnan Meski Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
Bank of America: Dolar AS Diprediksi Stagnan Meski Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Summary

Bank of America (BofA) memproyeksikan dolar AS akan bergerak sideways hingga akhir tahun karena pasar telah sepenuhnya memperhitungkan langkah pengetatan The Fed. Sentimen yang melemah dan sinyal kebijakan yang beragam turut membatasi potensi penguatan dolar.

Text size
Background

Bank of America (BofA) memproyeksikan dolar AS akan bergerak dalam rentang terbatas atau *sideways* hingga akhir tahun, meskipun pasar secara luas mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Proyeksi ini muncul di tengah pelemahan dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan September.

Ekspektasi Pasar Telah Terpenuhi

Menurut analisis BofA, pasar keuangan telah sepenuhnya memperhitungkan (*price in*) lebih dari tiga kali kenaikan suku bunga dari The Fed. Hal ini membuat bank sentral AS sulit untuk melampaui ekspektasi pasar yang sudah sangat *hawkish*, sehingga membatasi potensi penguatan dolar lebih lanjut.

Setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) baru-baru ini, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC September mencapai sekitar 85%. Karena ekspektasi yang tinggi ini telah tercermin dalam harga, BofA berpendapat bahwa ruang bagi dolar untuk menguat secara signifikan menjadi terbatas.

Sinyal yang Bercampur dan Sentimen Melemah

Sentimen terhadap dolar AS telah melemah sejak pertemuan FOMC pada bulan Juli. Menurut laporan BofA, pasar mempertanyakan kredibilitas The Fed setelah Ketua Jerome Powell dinilai gagal memberikan rencana yang jelas untuk mengatasi inflasi yang terus-menerus di atas target.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sejak saat itu, pasar menerima serangkaian sinyal yang beragam yang turut menekan dolar. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Upaya Powell untuk memperbaiki sikapnya menjadi lebih *hawkish* di simposium Jackson Hole.
  • Laporan data pekerjaan bulan Agustus yang kuat.
  • Pernyataan yang cenderung *dovish* dari pejabat The Fed, Williams dan Waller.
  • Program pembelian kembali (*buyback*) oleh Departemen Keuangan AS untuk menekan imbal hasil obligasi pemerintah.

Faktor Eksternal dan Proyeksi ke Depan

Dolar juga gagal menguat meskipun terjadi kenaikan harga energi seperti minyak mentah dan gas alam, suatu kondisi yang biasanya menguntungkan mata uang AS. Selain itu, valuasi ulang kebijakan moneter dan kurva imbal hasil secara luas oleh bank-bank sentral utama G10 lainnya turut membebani dolar.

Berdasarkan faktor-faktor ini, BofA menyimpulkan bahwa dolar AS akan mempertahankan tren *sideways* hingga akhir tahun. Bank tersebut mencatat pengecualian untuk potensi volatilitas pada mata uang yen Jepang, namun secara umum prospek dolar cenderung datar. Analisis ini, menurut Investing.com, dipublikasikan dalam laporan BofA tertanggal 8 September.

Back to latest news

LATEST