Story
Imbal Hasil Obligasi Global Bertahan di Puncak Akibat Ketegangan AS-Iran

Imbal hasil obligasi pemerintah global bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa minggu pada hari Kamis, menyusul eskalasi dramatis ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu aksi jual di pasar pendapatan tetap.
Kenaikan tajam ini, yang berbanding terbalik dengan harga obligasi, mengakhiri periode tenang di pasar dan menghapus keuntungan yang telah terakumulasi selama beberapa minggu.
Gejolak Geopolitik Picu Aksi Jual
Pasar obligasi global bergejolak setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian damai sementara dengan Iran "berakhir", yang diikuti oleh serangan udara AS untuk mempertahankan kendali atas jalur pelayaran kritis di Selat Hormuz. Perkembangan ini secara tiba-tiba mengubah narasi pasar yang sebelumnya nyaman, di mana investor meyakini bahwa inflasi berada di bawah kendali.
Bahkan rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Juni, yang menunjukkan para pembuat kebijakan lebih terpecah mengenai perlunya kenaikan suku bunga di masa depan, tidak mampu membendung sentimen negatif yang didorong oleh risiko geopolitik.
Dampak Lonjakan Harga Minyak
AdKecemasan geopolitik diperparah oleh lonjakan tajam harga minyak mentah global, yang bertindak sebagai mekanisme transmisi langsung ke imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Ancaman gangguan pasokan melalui Selat Hormuz—rute transit untuk sekitar seperlima konsumsi minyak global—memicu kenaikan vertikal harga minyak.
Hal ini memaksa investor di pasar pendapatan tetap untuk secara cepat memperhitungkan gelombang inflasi dorongan biaya (*cost-push inflation*). Karena harga energi merupakan input utama bagi manufaktur dan transportasi, guncangan harga minyak yang berkelanjutan mengancam akan merembet ke metrik inflasi inti yang lebih luas, sehingga mengikis daya beli pembayaran kupon obligasi dan memicu aksi jual.
Data Utama Imbal Hasil
Aksi jual tersebut mendorong imbal hasil obligasi utama ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Berikut adalah posisi imbal hasil utama per Kamis:
- US Treasury 2-tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter, berada di dekat 4,2%, mendekati level tertinggi satu bulan di 4,235%.
- US Treasury 10-tahun, acuan biaya pinjaman global, bertahan kuat di sekitar 4,58%, tepat di bawah ambang batas 4,60% yang ditembus pada hari Rabu, level tertinggi sejak 21 Mei.
- Bund Jerman 10-tahun, acuan untuk zona euro, berada di dekat 3,06%, level tertinggi sejak akhir Mei.
- Obligasi Jerman 2-tahun berada di level 2,66%, juga mendekati puncak satu bulan.