Story
Starbucks Akan Menutup 250 Gerai di AS dan Kanada dalam Penyesuaian Strategis

Summary
Perusahaan raksasa kopi ini akan menutup sekitar 250 lokasi yang berkinerja buruk minggu ini, yang mewakili sekitar 1% dari jaringannya di Amerika Utara, karena mereka mengalihkan fokus ke toko-toko yang lebih menguntungkan.
Starbucks akan menutup sekitar 250 gerai berkinerja buruk di seluruh AS dan Kanada minggu ini, sebuah langkah strategis untuk mengoptimalkan jejak ritelnya dan meningkatkan kinerja keuangan. Penutupan ini mewakili sekitar 1% dari sekitar 18.000 lokasi perusahaan di wilayah tersebut dan mengikuti putaran penutupan sebelumnya yang diumumkan September lalu.
Pemulihan dan Optimalisasi
Keputusan ini merupakan komponen kunci dari rencana pemulihan berkelanjutan CEO Brian Niccol untuk jaringan kedai kopi tersebut. Menurut perusahaan, gerai yang ditargetkan adalah gerai yang tidak memiliki jalur yang jelas untuk mencapai pengembalian keuangan yang dapat diterima. Dengan menutup lokasi-lokasi ini, Starbucks bertujuan untuk mengalihkan sumber daya ke gerai-gerai dengan potensi penjualan yang lebih kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas yang juga mencakup:
- Peningkatan gerai yang ada
- Peningkatan kecepatan dan efisiensi layanan
- Implementasi kampanye pemasaran baru dan perubahan menu
AdKaryawan di gerai yang terkena dampak akan ditawari transfer ke lokasi lain jika memungkinkan. Menurut pesan dari Chief Operating Officer Mike Grams yang dikutip oleh Bloomberg, para pekerja yang tidak dapat dipindahkan akan ditawari paket pesangon.
Konteks Pasar dan Prospek Masa Depan
Optimalisasi toko ini terjadi pada saat Starbucks menunjukkan tanda-tanda momentum positif, dengan penjualan di toko-toko yang sudah ada melampaui ekspektasi analis pada kuartal terakhir. Penutupan saat ini dipandang bukan sebagai kontraksi, tetapi sebagai penyesuaian untuk mendorong pertumbuhan di masa depan.
Terlepas dari penutupan minggu ini, perusahaan telah menegaskan kembali tujuan ekspansi jangka panjangnya. Starbucks menyatakan berencana untuk melanjutkan pertumbuhan kehadirannya di AS, menargetkan sekitar 400 toko baru yang dioperasikan perusahaan pada tahun fiskal 2028. Lebih jauh ke depan, perusahaan mengindikasikan dapat menambah setidaknya 5.000 toko baru di Amerika Serikat dalam jangka panjang.