Story
S&P Naikkan Peringkat Smithfield Foods menjadi 'BBB' Menyusul Kenaikan Induk Usaha

S&P Global Ratings telah menaikkan peringkat kredit emiten (issuer credit rating) untuk Smithfield Foods Inc. menjadi 'BBB' dari 'BBB-'. Keputusan ini mengikuti kenaikan peringkat induk utama perusahaan, WH Group, menjadi 'BBB+' dengan prospek stabil.
Lembaga pemeringkat tersebut juga menaikkan peringkat kredit jangka pendek Smithfield menjadi 'A-2' dari 'A-3' dan peringkat untuk surat utang senior tanpa jaminan (senior unsecured notes) perusahaan menjadi 'BBB' dari 'BBB-'.
Pendorong Utama Kenaikan Peringkat
Menurut S&P, kenaikan peringkat ini didasari oleh ekspektasi bahwa produksi babi komoditas WH Group akan tidak terlalu fluktuatif dan menghasilkan arus kas yang kuat selama beberapa tahun ke depan. Di tingkat anak usaha, Smithfield dinilai terus menunjukkan kemajuan dalam merasionalisasi jejak produksi babi dan meningkatkan efisiensi dalam jaringan pemrosesan dagingnya.
Secara fundamental, posisi keuangan Smithfield telah menguat secara signifikan. Beberapa metrik kunci yang disorot oleh S&P antara lain:
- Tingkat utang (leverage) yang disesuaikan oleh S&P Global Ratings berada di level 0,9x untuk periode 12 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
- Produksi babi tahunan telah berkurang sebesar 37% sejak 2019, dari 17,6 juta ekor menjadi 11,7 juta ekor, dengan target jangka menengah 10 juta ekor.
Pergeseran Strategis ke Daging Olahan
AdPengurangan skala produksi babi komoditas merupakan langkah strategis untuk mengurangi eksposur perusahaan terhadap volatilitas pendapatan ekstrem. Sebagai contoh, pada tahun 2023, segmen peternakan babi mencatat kerugian operasional sebesar $756 juta. S&P memperkirakan bahwa dengan skala yang lebih kecil, kerugian operasional pada tahun 2023 secara pro forma dapat berkurang lebih dari 50%.
Sebaliknya, segmen daging olahan (packaged meats) telah menjadi pilar profitabilitas. Segmen ini secara konsisten menghasilkan laba operasional tahunan lebih dari $1 miliar selama empat tahun berturut-turut dan kini menyumbang lebih dari 80% dari total profitabilitas konsolidasi. Pergeseran bauran produk ke segmen bermargin lebih tinggi ini telah mengangkat marjin EBITDA Smithfield yang disesuaikan S&P mendekati 12% per 30 Juni 2026, jauh di atas level terendah 5% pada 2023 dan level pra-pandemi 7%-9%.
Implikasi dan Prospek ke Depan
Posisi neraca yang kuat dan tingkat utang yang rendah memberikan Smithfield fleksibilitas finansial yang signifikan untuk belanja modal pertumbuhan (capex) serta merger dan akuisisi (M&A). Perusahaan berencana menggunakan kelebihan kas untuk strategi modernisasi dan M&A, termasuk proyek modernisasi fasilitas Sioux Falls senilai $1,3 miliar dan akuisisi bolt-on seperti transaksi Nathan's Famous senilai $450 juta hingga $500 juta.
Keterkaitan antara peringkat Smithfield dan induknya sangat erat, mengingat WH Group memiliki 87% saham biasa Smithfield. S&P juga memperkirakan bahwa Smithfield menyumbang lebih dari separuh EBITDA WH Group, menjadikannya anak perusahaan yang sangat penting secara strategis.