Story
Saham Soitec Melonjak Setelah JPMorgan Naikkan Peringkat Berkat Prospek Fotonik Silikon

Summary
JPMorgan menaikkan peringkat saham Soitec menjadi 'Overweight' dan menggandakan target harganya menjadi €200, didorong oleh ekspektasi lonjakan pendapatan dari bisnis fotonik silikon yang mengimbangi kekhawatiran pada segmen seluler.
Saham Soitec melonjak lebih dari 11% pada hari Rabu setelah JPMorgan menaikkan peringkat saham perusahaan semikonduktor tersebut menjadi 'Overweight' dari 'Neutral'. Bank investasi tersebut juga menaikkan target harganya lebih dari dua kali lipat menjadi €200 dari sebelumnya €98, dengan alasan bahwa meningkatnya permintaan untuk bisnis Fotonik Silikon (Silicon Photonics) kini jauh melampaui kekhawatiran yang ada pada segmen chip selulernya.
Prospek Fotonik Silikon Mendorong Optimisme
Menurut analis JPMorgan, Craig McDowell, kekhawatiran sebelumnya mengenai penurunan pasar dan hilangnya pangsa pasar di segmen Seluler (Mobile) "dikalahkan oleh peningkatan ekspektasi untuk bisnis Fotonik Silikon." JPMorgan kini memproyeksikan segmen ini akan melampaui pendapatan €1 miliar pada tahun fiskal 2030 dengan margin kontribusi yang lebih tinggi dari rata-rata historis perusahaan.
Sebagai hasil dari tinjauan ini, JPMorgan menaikkan beberapa proyeksi keuangannya untuk Soitec:
- Perkiraan pendapatan tahun fiskal 2028 dinaikkan hampir 32% menjadi €1,057 miliar.
- Estimasi laba per saham yang disesuaikan (adjusted EPS) untuk tahun yang sama dinaikkan secara signifikan menjadi €6,63 dari €1,42.
McDowell menambahkan bahwa Perjanjian Reservasi Kapasitas (Capacity Reservation Agreements) meningkatkan visibilitas volume, sementara harga kemungkinan akan tetap fleksibel dan berpotensi naik dalam jangka pendek hingga menengah karena pasar yang ketat.
Margin Laba Berpotensi Lampaui Puncak Historis
AdAnalis JPMorgan menyoroti bahwa investor selama ini berpatokan pada margin kotor puncak Soitec sebesar 37% dari tahun fiskal 2023. Namun, analisis bank tersebut menunjukkan level tersebut dapat dilampaui paling cepat pada tahun fiskal 2028. JPMorgan memperkirakan margin kotor dapat mencapai pertengahan 40-an persen pada tahun fiskal 2029 dan 2030, dengan margin operasi melampaui 30%.
Pendorong utama profitabilitas ini adalah segmen Fotonik Silikon, yang diperkirakan memiliki margin kontribusi lebih dari 75%, jauh di atas rata-rata grup. Sebaliknya, kekhawatiran terhadap bisnis chip seluler (RF-SOI) tetap ada, dengan JPMorgan mengantisipasi penurunan yang lebih tajam dari konsensus akibat volume yang lemah. Namun, McDowell menyatakan bahwa potensi kekurangan pendapatan dari segmen Seluler menjadi "tidak material dalam konteks kenaikan signifikan pada Fotonik Silikon."
Implikasi bagi Investor
JPMorgan mengakui bahwa opini di kalangan investor mengenai saham Soitec masih terpecah. Namun, McDowell berpendapat bahwa "daya ungkit laba tampaknya diremehkan." Ia memperkirakan bahwa akan semakin sulit bagi para skeptis untuk mempertahankan pandangan ini mengingat skala peningkatan konsensus yang akan datang.
Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Soitec kemungkinan perlu memperluas fasilitas manufakturnya di Singapura. Proyek ini diperkirakan akan menambah kapasitas sekitar 1 juta wafer *silicon-on-insulator* tambahan dengan biaya modal sekitar €700 juta selama kurang lebih dua tahun.