Story

Harga Gandum Berjangka CBOT Melemah di Tengah Harapan De-eskalasi Laut Hitam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 17, 20261 min read
Harga Gandum Berjangka CBOT Melemah di Tengah Harapan De-eskalasi Laut Hitam

Summary

Harga gandum berjangka di Chicago ditutup lebih rendah pada hari Kamis karena minimnya katalis positif dan harapan akan solusi diplomatik untuk meredakan gangguan ekspor di kawasan Laut Hitam.

Text size
Background

Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis, tertekan oleh minimnya sentimen bullish dan meningkatnya harapan akan solusi diplomatik yang dapat melancarkan kembali ekspor biji-bijian dari Laut Hitam.

Rincian Penurunan Harga

Menurut data penutupan pasar, kontrak gandum berjangka acuan CBOT mengalami penurunan di seluruh lini. Berikut adalah rinciannya:

  • CBOT Soft Red Winter Wheat untuk pengiriman Desember ditutup turun 3-3/4 sen menjadi $7,27 per gantang (bushel).
  • K.C. Hard Red Winter Wheat untuk pengiriman Desember berakhir turun 5 sen di level $7,94-1/2 per gantang.
  • Minneapolis Spring Wheat untuk pengiriman Desember turun 3-1/2 sen dan menetap di $7,52-1/2 per gantang.

Sentimen Geopolitik Laut Hitam

Menurut para pialang, pelemahan harga didorong oleh laporan media AFP mengenai proposal dari Turki yang diajukan kepada Rusia dan Ukraina. Proposal tersebut berisi usulan gencatan senjata terhadap serangan pada kapal komersial di Laut Hitam, yang memicu harapan akan adanya de-eskalasi militer di wilayah kunci ekspor gandum tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meski demikian, para pelaku pasar tetap berhati-hati. Turki sebelumnya pernah mengajukan langkah-langkah serupa, dan kesepakatan antara Rusia dan Ukraina yang diumumkan sebelumnya untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi hanya memberikan dampak minimal di lapangan.

Data Ekspor Sesuai Ekspektasi

Di sisi fundamental, Departemen Pertanian AS (USDA) melaporkan penjualan ekspor bersih gandum AS untuk pekan yang berakhir pada 10 September mencapai 325.900 metrik ton. Angka ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang berada di rentang 150.000 hingga 500.000 ton.

Karena data penjualan ekspor berada dalam perkiraan, laporan tersebut gagal memberikan dorongan positif yang signifikan bagi pasar. Ketiadaan berita fundamental yang kuat membuat fokus investor tertuju pada perkembangan geopolitik di Laut Hitam sebagai pendorong utama pergerakan harga.

Back to latest news

LATEST