Story

Valuasi IPO Shein Terancam Turun Akibat Kebijakan Baru E-commerce Uni Eropa

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 16, 20262 min read
Valuasi IPO Shein Terancam Turun Akibat Kebijakan Baru E-commerce Uni Eropa

Summary

Raksasa fast fashion Shein menghadapi prospek valuasi IPO yang lebih rendah, di kisaran $40-$50 miliar, karena penerapan biaya impor baru di Uni Eropa yang menekan pertumbuhan penjualan dan profitabilitasnya.

Text size
Background

Ambisi Shein untuk mencapai valuasi hingga $50 miliar dalam penawaran umum perdana (IPO) yang telah lama dinantikan di Hong Kong kemungkinan akan menghadapi ujian berat dari para investor. Kebijakan biaya baru untuk parsel e-commerce di Eropa diperkirakan akan membebani pertumbuhan penjualan dan laba perusahaan.

Peritel *fast fashion* ini dilaporkan menargetkan valuasi antara $40 miliar hingga $50 miliar dalam IPO mendatang. Angka ini jauh menurun dari valuasi $100 miliar yang pernah dilaporkan media dalam putaran pendanaan pada tahun 2022, ketika perusahaan pertama kali menjajaki pencatatan saham di New York.

Tantangan Regulasi di Eropa

Uni Eropa (UE) mulai bulan ini memberlakukan biaya sebesar €3 untuk impor e-commerce bernilai rendah. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan apa yang disebut UE sebagai persaingan tidak adil dari Tiongkok. Sebelumnya, parsel dengan nilai di bawah €150 dapat masuk ke UE tanpa bea masuk.

Menurut Euromonitor, Eropa menyumbang sepertiga dari pendapatan Shein. Biaya baru ini berdampak signifikan pada harga produk, seperti yang diungkapkan oleh analis industri e-commerce Juozas Kaziukenas. "Jika Anda terbiasa membeli kaus seharga €3 di Shein, sekarang harganya menjadi dua kali lipat, yang cukup signifikan," ujarnya. Hal ini diperkirakan akan menekan tingkat konversi penjualan, yang mendorong Shein dan pesaingnya, Temu, untuk memangkas belanja iklan di Eropa.

Proyeksi Valuasi dan Sentimen Investor

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak dari kebijakan baru ini membuat investor lebih berhati-hati. Eddie Tam, Chief Investment Officer di Central Asset Investments Hong Kong, berpendapat bahwa valuasi yang ditargetkan Shein masih terlalu tinggi. "Jika valuasinya $40 miliar, saya rasa itu masih agak mahal. Tapi jika mendekati $30 miliar, mungkin terlihat lebih menarik," katanya, seraya menambahkan bahwa biaya di Eropa akan berdampak besar.

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, Shein membukukan pendapatan global lebih dari $40 miliar tahun lalu dengan laba bersih mendekati $2 miliar. Namun, CEO Sky Xu harus meyakinkan investor bahwa perlambatan pertumbuhan akibat kebijakan UE ini hanya bersifat sementara dan akan pulih pada tahun 2027.

Konteks Pasar yang Berubah

Kondisi pasar saat ini sangat berbeda dibandingkan saat PDD Holdings, induk perusahaan Temu, melantai di bursa Nasdaq AS pada tahun 2018. Sejak saat itu, lanskap politik terkait e-commerce Tiongkok telah berubah secara dramatis.

Perusahaan seperti Shein dan Temu kini dipandang sebagai ancaman yang merusak sektor ritel lokal di AS dan Eropa, yang merupakan penyedia lapangan kerja yang signifikan. Hal ini telah menarik perhatian negatif dari para politisi dan regulator. Shein dilaporkan telah memulai penjajakan awal dengan investor menjelang pengajuan publik yang diharapkan pada akhir bulan ini, dengan target pencatatan saham pada bulan September.

Back to latest news

LATEST