Story

Morgan Stanley: Merek Perhiasan Geser Dominasi Fesyen di Puncak Pasar Mewah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20262 min read
Morgan Stanley: Merek Perhiasan Geser Dominasi Fesyen di Puncak Pasar Mewah
Text size
Background

Louis Vuitton tetap menjadi merek mewah terbesar di dunia berdasarkan omzet pada tahun 2025, meskipun mengalami penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut. Menurut analisis terbaru dari Morgan Stanley, merek-merek perhiasan dan jam tangan mewah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan terus merebut pangsa pasar, mengindikasikan potensi pergeseran hierarki dalam industri ini.

Pergeseran Peta Persaingan

Laporan Morgan Stanley menunjukkan bahwa meskipun Louis Vuitton masih memimpin dengan estimasi omzet €20,8 miliar pada 2025, angka tersebut turun sekitar 6% dari tahun sebelumnya. Di posisi kedua, Chanel mempersempit jarak dengan omzet €16,2 miliar (-1%), dan diperkirakan dapat menyalip Louis Vuitton dari sisi penjualan ritel pada tahun 2026 jika tren saat ini berlanjut.

Pergerakan paling signifikan terjadi di posisi berikutnya. Rolex naik ke peringkat keempat dengan estimasi omzet €11,7 miliar (+5%), menyalip Dior yang turun ke peringkat kelima setelah penjualannya terkoreksi 9% menjadi €11,2 miliar. Sementara itu, Hermès mempertahankan posisi ketiga dengan pertumbuhan solid 5,5% menjadi €15,7 miliar, menjadikannya salah satu dari sedikit merek di 10 besar yang mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Kinerja Kontras Merek Ternama

Kinerja di antara merek-merek mewah papan atas menunjukkan divergensi yang tajam. Merek perhiasan menunjukkan momentum yang kuat, sementara beberapa merek fesyen menghadapi tantangan.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Cartier (peringkat 6): Omzet naik 8% menjadi €11,0 miliar dan diperkirakan tumbuh lebih dari 12% pada 2026, berpotensi menyalip Dior.
  • Gucci (peringkat 7): Mengalami penurunan terdalam di antara 10 besar, dengan omzet anjlok 22% menjadi €6,0 miliar.
  • Van Cleef & Arpels (peringkat 9): Menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat, dengan estimasi penjualan naik 10% menjadi €4,8 miliar.
  • Tiffany & Co. (peringkat 8): Mencatatkan penurunan moderat 3% dengan omzet €4,9 miliar.

Prada melengkapi daftar 10 besar dengan estimasi omzet sebesar €3,8 miliar pada tahun 2025.

Implikasi bagi Pasar

Data ini menggarisbawahi pergeseran preferensi konsumen di pasar barang mewah, di mana kategori "hard luxury" (perhiasan dan jam tangan) menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan "soft luxury" (mode dan produk kulit). Merek dengan status ikonik, warisan yang kuat, dan *pricing power* yang tinggi seperti Rolex, Hermès, dan Cartier, terbukti lebih defensif selama periode permintaan yang lebih lunak.

Bagi investor dan pelaku pasar, tren ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh beberapa rumah mode besar dalam mempertahankan momentum merek mereka. Penurunan tajam yang dialami Gucci dan Dior menunjukkan bahwa proses restrukturisasi dan penyegaran merek mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diantisipasi, sebuah faktor penting untuk dipertimbangkan dalam valuasi perusahaan induk mereka seperti Kering dan LVMH.

Back to latest news

LATEST