Story
Saham Pyxis Oncology Anjlok 7% Meski Data Uji Coba Kanker Menjanjikan

Saham Pyxis Oncology (NASDAQ:PYXS) anjlok 7% dalam perdagangan hari Selasa, meskipun perusahaan bioteknologi tersebut mengumumkan data terbaru yang menjanjikan dari studi monoterapi Fase 1 untuk obatnya, Micvotabart Pelidotin (MICVO). Reaksi pasar yang negatif ini menyoroti bagaimana investor menimbang antara efikasi klinis yang kuat dengan faktor-faktor lain seperti profil keamanan dan jadwal pengembangan jangka panjang.
Rincian Data Uji Coba Klinis
Menurut data yang dirilis perusahaan, studi ini mengevaluasi MICVO pada pasien dengan karsinoma sel skuamosa kepala dan leher (HNSCC) rekuren/metastatik lini kedua dan seterusnya. Hasil dari 33 pasien yang dapat dievaluasi efikasinya menunjukkan data yang kuat secara klinis.
- Tingkat Respons Objektif (ORR): Mencapai 36% yang terkonfirmasi.
- Tingkat Kontrol Penyakit (DCR): Sebesar 94%.
- Median Kelangsungan Hidup Bebas Progresi (PFS): Tercatat 6,2 bulan.
- Probabilitas Kelangsungan Hidup 12 Bulan: Diperkirakan mencapai 79%, sementara median kelangsungan hidup secara keseluruhan belum tercapai.
MICVO, sebuah konjugat antibodi-obat (ADC) yang menargetkan komponen matriks ekstraseluler tumor, menunjukkan aktivitas klinis yang konsisten di berbagai subkelompok pasien, termasuk status HPV dan riwayat pengobatan sebelumnya.
AdProfil Keamanan dan Langkah Selanjutnya
Dari sisi keamanan, tidak ada sinyal baru yang teridentifikasi dan efek samping yang dilaporkan konsisten dengan ADC lain yang menggunakan muatan auristatin. Namun, dari 35 pasien yang dievaluasi keamanannya, 54,3% mengalami efek samping terkait pengobatan Grade 3 atau lebih tinggi, dan 14,3% pasien menghentikan pengobatan karena efek samping tersebut. Tidak ada kematian yang terkait dengan pengobatan yang dilaporkan.
Investor kemungkinan menimbang data efikasi yang positif terhadap tingkat efek samping yang cukup tinggi. Selain itu, jadwal pengembangan yang panjang dapat menjadi faktor lain. Pyxis berencana untuk memulai studi pivotal Fase 3, yang disebut Headliner, pada pertengahan 2027, setelah pertemuan dengan FDA yang diantisipasi pada kuartal pertama 2027.