Story

Tekanan Likuiditas di Pasar Kredit Swasta, Investor Hadapi Diskon Besar untuk Keluar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 17, 20262 min read
Tekanan Likuiditas di Pasar Kredit Swasta, Investor Hadapi Diskon Besar untuk Keluar

Summary

Investor di pasar kredit swasta menghadapi tekanan likuiditas yang meningkat, terbukti dari penawaran pembelian kembali dengan diskon signifikan terhadap nilai aset bersih dan permintaan penebusan yang melonjak.

Text size
Background

Tekanan di pasar swasta semakin terlihat jelas pada kesenjangan antara nilai aset yang dilaporkan oleh pengelola dana dan harga yang harus diterima investor untuk dapat keluar dari investasi mereka saat ini. Perkembangan ini menyoroti meningkatnya biaya likuiditas di sektor kredit swasta yang sedang berkembang pesat.

Penawaran Diskon Ungkap Tekanan Likuiditas

Sebuah laporan dari Reuters menyoroti bahwa Cox Capital Partners baru-baru ini meluncurkan penawaran tender untuk membeli saham di beberapa *business development companies* (BDC) non-publik yang dikelola oleh Apollo, Ares Capital, dan HPS Investment Partners milik BlackRock. Penawaran tersebut diajukan dengan diskon 15% hingga 30% dari Nilai Aset Bersih (NAB) per akhir Mei.

Secara spesifik, penawaran tersebut adalah:

  • 70 sen per dolar untuk investor dana Apollo
  • 75 sen per dolar untuk investor HPS
  • 85 sen per dolar untuk pemegang saham Ares

Meskipun nilai total penawaran ini relatif kecil, sekitar $31 juta, penetapan harganya menjadi indikator penting mengenai biaya yang harus ditanggung investor untuk mendapatkan likuiditas segera di pasar sekunder.

Lonjakan Permintaan Penebusan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Tawaran diskon ini muncul di tengah meningkatnya tekanan penebusan di seluruh BDC non-publik. Menurut data dari Fitch Ratings, permintaan penebusan dana meningkat di 10 dari 16 BDC non-publik yang dipantau pada kuartal kedua, mencapai rata-rata 10,3% dari saham beredar, naik dari 9,7% pada kuartal sebelumnya.

Instrumen investasi ini biasanya membatasi pembelian kembali (penebusan) kuartalan hingga 5% dari NAB. Ketika permintaan melebihi batas ini, penarikan dana akan dilakukan secara prorata, yang berpotensi membuat investor harus menunggu beberapa kuartal untuk mencairkan seluruh investasinya. Situasi ini mendorong sebagian investor untuk beralih ke pasar sekunder meskipun harus menerima harga yang lebih rendah.

Pengawasan Regulator dan Risiko Sistemik

Perkembangan ini juga menarik perhatian regulator, yang mencoba memahami risiko yang ada di dalam pasar kredit swasta global yang diperkirakan bernilai sekitar $2 triliun. Otoritas pengawas Eropa, misalnya, berusaha mendapatkan visibilitas yang lebih besar terhadap eksposur bank-bank di kawasan tersebut, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Meskipun data menunjukkan eksposur langsung yang tampaknya terkendali—sekitar €62,5 miliar untuk bank zona Euro—regulator khawatir bahwa angka agregat tidak mencerminkan keterkaitan finansial yang kompleks di bawah permukaan. Risiko yang lebih besar diidentifikasi berasal dari "efek putaran kedua" (*second-round effects*), di mana guncangan di pasar kredit swasta dapat memicu aksi jual yang lebih luas dan kerugian valuasi yang menyebar ke seluruh sistem keuangan.

Back to latest news

LATEST