Story
Saham Paramount Anjlok 8% Usai Arete Turunkan Peringkat Akibat Kekhawatiran Utang Merger

Saham Paramount anjlok 8% dalam perdagangan hari Kamis setelah Arete Research menurunkan peringkat perusahaan media tersebut karena kekhawatiran atas beban utang yang sangat besar dari rencana merger dengan Warner Bros. Discovery.
Penurunan Peringkat dan Target Harga
Arete Research mengubah rekomendasinya untuk saham Paramount dari "Netral" (Neutral) menjadi "Jual" (Sell). Lembaga riset tersebut juga memangkas target harganya secara drastis ke level $2, yang merupakan level terendah di kalangan analis (Street low).
Langkah ini merupakan reaksi pesimistis terhadap kondisi keuangan perusahaan pasca-merger. Sebagai perbandingan, saham Paramount ditutup pada harga $9,75 pada hari Rabu sebelum pengumuman penurunan peringkat ini.
Beban Utang Merger Jadi Sorotan Utama
Kekhawatiran utama Arete berpusat pada rencana akuisisi Paramount atas Warner Bros. Discovery, yang dijadwalkan akan selesai pada September 2026. Analis Arete, Pierre-Marie d’Ornano, memperkirakan bahwa kesepakatan tersebut akan menciptakan entitas gabungan dengan utang kotor sebesar $86 miliar.
AdAngka tersebut akan menghasilkan rasio utang terhadap laba (leverage) mencapai enam kali, sebuah level yang dianggap sangat tinggi dan berisiko. "Mega-merger di sektor media itu sulit," tulis d’Ornano dalam laporannya, seraya mempertanyakan apakah manajemen memiliki "pengalaman untuk menjalankan neraca keuangan dengan utang tinggi."
Konteks dan Prospek Pasar
Analis tersebut menunjuk pada rekam jejak yang menantang untuk merger media skala besar di masa lalu. Ia mencatat bahwa estimasi kinerja seringkali meleset akibat "penurunan berkelanjutan di TV linear, ekspektasi streaming yang terlalu tinggi, dan struktur modal yang sulit dikelola."
Menurut d’Ornano, akuisisi ini kemungkinan akan menghadapi tantangan serupa, namun dengan kondisi yang lebih berat. Tantangan tersebut termasuk biaya utang yang lebih mahal dan perjanjian pemeliharaan (maintenance covenants) yang lebih ketat dibandingkan dengan merger sebelumnya di sektor ini.