Story

Saham Oracle Anjlok ke Level Terendah 52 Pekan di Tengah Kekhawatiran Belanja Modal dan Sentimen Risk-Off

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Saham Oracle Anjlok ke Level Terendah 52 Pekan di Tengah Kekhawatiran Belanja Modal dan Sentimen Risk-Off

Summary

Saham Oracle merosot ke level terendah dalam setahun terakhir akibat kombinasi kekhawatiran investor atas belanja modal yang masif untuk AI, penurunan peringkat kredit, dan aksi jual yang lebih luas di sektor teknologi.

Text size
Background

Saham Oracle (ORCL) anjlok 5,3% ke level $133,17 dalam perdagangan sore, menyentuh level terendah baru dalam 52 pekan. Penurunan ini didorong oleh kombinasi kekhawatiran internal perusahaan mengenai biaya pertumbuhan infrastruktur AI yang masif dan sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang melanda saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Biaya Pertumbuhan Menjadi Sorotan

Meskipun laporan keuangan kuartal keempat fiskal Oracle pada bulan Juni melampaui estimasi, investor tetap fokus pada biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai pertumbuhan tersebut. Laporan tersebut menunjukkan pendapatan total naik 21% dan infrastruktur cloud melonjak 93% secara tahunan, namun dibarengi dengan beberapa metrik yang mengkhawatirkan:

  • Belanja Modal (Capex): Perusahaan menghabiskan sekitar $55,7 miliar untuk belanja modal pada tahun fiskal 2026.
  • Arus Kas Bebas: Pengeluaran besar ini menghasilkan arus kas bebas negatif sekitar $23,7 miliar.
  • Panduan ke Depan: Manajemen memproyeksikan tambahan capex sebesar $70 miliar dan rencana penggalangan dana utang dan ekuitas senilai $40 miliar untuk tahun fiskal 2027, yang memicu kekhawatiran akan adanya dilusi saham.

Tekanan semakin bertambah setelah S&P Global Ratings baru-baru ini menurunkan peringkat kredit emiten jangka panjang Oracle menjadi 'BBB-', hanya satu tingkat di atas tingkat spekulatif (*speculative grade*). Lembaga pemeringkat tersebut menyebutkan adanya peningkatan risiko struktural. Selain itu, Freedom Broker juga memangkas target harganya untuk Oracle menjadi $210 dari sebelumnya $230, dengan alasan kekhawatiran pendanaan.

Risiko Eksternal dan Sentimen Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di luar masalah neraca keuangan, investor juga menyoroti risiko konsentrasi pelanggan. Dilaporkan bahwa lebih dari separuh sisa kewajiban kinerja (RPO) Oracle senilai $638 miliar terkait dengan OpenAI. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan permintaan, terutama karena OpenAI dilaporkan mulai tertinggal dari pesaingnya, Anthropic, dalam hal nilai pasar dan pendapatan tahunan.

Kondisi makroekonomi juga menambah sentimen negatif. Indeks NASDAQ Composite turun 1,4% dan S&P 500 melemah 0,7%, dengan sektor teknologi menjadi yang berkinerja terburuk. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung pada saham-saham pertumbuhan bervaluasi tinggi menjelang rilis data inflasi (CPI) bulan Juni, yang dapat memengaruhi langkah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.

Prospek ke Depan

Secara teknis, saham Oracle kini berada dalam kondisi sangat jenuh jual (*deeply oversold*), diperdagangkan sekitar 30% di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (*200-day moving average*). Meskipun peringkat konsensus analis adalah 'Beli' dengan target harga rata-rata jauh di atas level saat ini, pasar tampaknya menuntut bukti nyata bahwa investasi besar Oracle di infrastruktur AI akan menghasilkan arus kas bebas yang berkelanjutan sebelum kembali mengapresiasi sahamnya.

Back to latest news

LATEST