Story
New York Times Gugat Balik EEOC, Tuduh Adanya Retaliasi Politik

The New York Times (NYT) telah mengajukan gugatan balasan terhadap Komisi Kesempatan Kerja Setara AS (EEOC), menuduh agensi pemerintah tersebut melakukan retaliasi ilegal sebagai tanggapan atas liputan surat kabar tersebut terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah ini meningkatkan perseteruan hukum yang berpusat pada kebijakan keberagaman dan praktik perekrutan di perusahaan media tersebut.
Tuduhan Retaliasi dan Itikad Buruk
Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan federal Manhattan, The Times menuduh EEOC menyalahgunakan wewenangnya dengan itikad buruk. Surat kabar tersebut mengklaim bahwa gugatan awal EEOC, yang menuduh diskriminasi rasial dalam promosi jabatan, adalah tindakan balasan atas liputan kritisnya.
"Penggunaan wewenang oleh Komisi secara sepihak dan dengan itikad buruk untuk menargetkan The Times... menimbulkan ancaman berbahaya bagi pers yang bebas dan independen, serta bagi demokrasi kita," tulis pengacara The Times dalam pengajuan tersebut. Perusahaan media itu meminta pengadilan untuk membatalkan gugatan EEOC dan menyatakan bahwa tindakan agensi tersebut melanggar hak kebebasan berpendapat dan proses hukum yang adil berdasarkan Konstitusi AS.
Sengketa Promosi dan Kebijakan DEI
Gugatan awal dari EEOC diajukan pada bulan Mei atas nama Bryant Rousseau, seorang karyawan kulit putih yang telah bekerja selama 11 tahun di The Times. EEOC menuduh bahwa Rousseau tidak dipertimbangkan untuk promosi menjadi wakil editor real estat karena perusahaan memprioritaskan kandidat non-kulit putih untuk memenuhi target keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).
AdMenurut EEOC, seorang wanita multiras yang dianggap kurang berkualitas akhirnya dipilih untuk posisi tersebut. Namun, The Times membantah tuduhan ini dengan tegas. Mereka menyatakan bahwa target keberagaman tidak berperan dalam keputusan tersebut dan kandidat yang terpilih memiliki pengalaman yang lebih banyak dan lebih memenuhi syarat dibandingkan Rousseau.
Konteks Politik dan Pengawasan DEI yang Lebih Luas
Kasus ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kebijakan DEI di perusahaan-perusahaan AS. EEOC dilaporkan sedang menyelidiki upaya keberagaman di perusahaan lain seperti Nike dan Northwestern Mutual Life Insurance. Tindakan ini sejalan dengan agenda pemerintahan Trump, yang telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengakhiri inisiatif DEI di sektor pemerintah dan swasta.
The Times juga menyoroti bahwa Presiden Trump secara terbuka menyebut surat kabar itu sebagai "musuh sejati rakyat" dan saat ini sedang dalam proses gugatan pencemaran nama baik senilai $15 miliar terhadap perusahaan tersebut. Juru bicara EEOC menolak berkomentar mengenai litigasi yang sedang berlangsung.