Story

Saham H Lundbeck Anjlok Akibat Penurunan Peringkat dari Deutsche Bank

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20261 min read
Saham H Lundbeck Anjlok Akibat Penurunan Peringkat dari Deutsche Bank

Summary

Saham perusahaan farmasi Denmark H Lundbeck turun tajam setelah Deutsche Bank menurunkan peringkatnya menjadi 'Jual', dengan alasan meningkatnya tekanan persaingan terhadap obat utamanya, Rexulti.

Text size
Background

Saham H Lundbeck B (HLUNb) anjlok secara signifikan dalam perdagangan hari ini, merosot lebih dari 5% menjadi DKK 42,28. Penurunan tajam ini dipicu oleh langkah Deutsche Bank yang menurunkan peringkat saham perusahaan farmasi asal Denmark tersebut menjadi Jual dari sebelumnya Tahan.

Penurunan Peringkat dari Deutsche Bank

Dalam laporannya, Deutsche Bank memangkas target harga untuk saham Lundbeck menjadi DKK 36 dari DKK 40. Target baru ini mengimplikasikan potensi penurunan lebih lanjut sekitar 18% dari harga saat ini. Analis bank tersebut mendasarkan valuasi mereka pada rasio harga terhadap laba (P/E) sekitar 6x untuk tahun fiskal 2027, yang merupakan diskon tajam sekitar 66% dibandingkan rata-rata perusahaan farmasi sejenis berkapitalisasi kecil dan menengah di Eropa.

Ancaman Terhadap Pendapatan Utama

Kekhawatiran utama di balik pandangan pesimistis Deutsche Bank adalah prospek untuk obat Rexulti. Obat ini merupakan pilar pendapatan yang sangat penting, menyumbang sekitar 25% dari total pendapatan Lundbeck.

Analis menyoroti dua ancaman utama terhadap Rexulti:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Persaingan yang meningkat dari obat kompetitor, Auvelity.
  • Pengurangan harga yang diamanatkan oleh undang-undang IRA di AS, yang dijadwalkan berlaku pada tahun 2028.

Kedua faktor ini berisiko mengikis salah satu sumber pendapatan terpenting perusahaan di masa mendatang.

Faktor Tambahan dan Sentimen Pasar

Tekanan terhadap saham Lundbeck diperparah oleh faktor struktural dan kondisi pasar secara umum. Lundbeckfond Invest A/S, pemegang saham pengendali, sedang menjalankan penawaran pertukaran sukarela yang memungkinkan pemegang saham A untuk mengonversi sahamnya menjadi saham B dengan rasio 1:1. Mekanisme ini menciptakan dinamika dilusi jangka pendek untuk kelas saham B.

Selain itu, sentimen pasar yang lebih luas tidak mendukung. Indeks ekuitas utama di AS dan indeks acuan Denmark, OMX Copenhagen 25, diperdagangkan lebih rendah, mencerminkan suasana *risk-off* yang membebani saham-saham berorientasi pertumbuhan seperti perusahaan farmasi.

Back to latest news

LATEST