Story
Saham Penambang Emas Menguat Seiring Rebound Harga Emas Akibat Dolar Melemah

Saham-saham emiten penambang emas yang terdaftar di bursa AS menguat dalam perdagangan pra-pembukaan pada hari Kamis, mengikuti rebound harga emas batangan yang sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam hampir enam minggu. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak mentah.
Kenaikan Harga Emas Mendorong Saham Pertambangan
Harga emas di pasar spot tercatat naik 1,4% menjadi $4.324,39 per ons pada pukul 06:59 ET (10:59 GMT), menurut data Investing.com. Kenaikan ini secara langsung berdampak positif pada valuasi saham perusahaan-perusahaan pertambangan emas.
Beberapa emiten utama yang mencatatkan kenaikan antara lain:
- Newmont dan Barrick Gold masing-masing naik sekitar 1,2%.
- Produsen asal Afrika Selatan memimpin penguatan, dengan Harmony Gold naik 3,7%, Gold Fields menanjak 2,3%, dan AngloGold Ashanti bertambah 2,4%.
- Perusahaan tambang Kanada, Agnico Eagle Mines dan Kinross Gold, juga menguat masing-masing sebesar 2,3% dan 1,2%.
Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Menjadi Katalis
AdRebound harga emas didukung oleh mundurnya nilai tukar dolar AS dari level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan daya tariknya.
Sementara itu, harga minyak juga melanjutkan penurunannya seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan. Meskipun demikian, harga minyak mentah tetap berada di atas $100 per barel di tengah kekhawatiran potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan biaya operasional bagi perusahaan tambang.
Konteks Kebijakan Moneter The Fed
Kenaikan harga emas ini terjadi sehari setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal akan adanya pengetatan lebih lanjut di bulan-bulan mendatang. Secara tradisional, lingkungan suku bunga yang tinggi cenderung menekan harga emas.
Logam mulia ini dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, namun kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Hal ini membuat aset berbunga seperti obligasi menjadi relatif lebih menarik bagi investor.