Story
Laba Lennar Anjlok Lebih dari Separuh Akibat Tekanan Suku Bunga KPR

Summary
Perusahaan pengembang perumahan AS Lennar Corp. melaporkan laba kuartal ketiga yang turun lebih dari 50%, karena suku bunga KPR yang tinggi menekan permintaan dari pembeli rumah.
Laba perusahaan pengembang perumahan AS, Lennar Corp., anjlok lebih dari separuh pada kuartal ketiga karena suku bunga hipotek yang tinggi secara persisten menekan daya beli konsumen. Laporan yang dirilis pada hari Rabu ini mendorong saham perusahaan turun 3% dalam perdagangan pasca-penutupan.
Kinerja Keuangan di Bawah Ekspektasi
Lennar melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 31 Agustus yang berada di bawah ekspektasi pasar. CEO Stuart Miller menyatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan lingkungan ekonomi yang menantang dan "telah memburuk" sejak kuartal sebelumnya.
- Laba bersih: Tercatat sebesar $283,9 juta, atau $1,19 per saham. Angka ini anjlok signifikan dibandingkan dengan $591 juta, atau $2,29 per saham, pada periode yang sama tahun lalu.
- Pendapatan total: Turun lebih dari 8% dari tahun sebelumnya menjadi $8,05 miliar.
Dampak Kenaikan Suku Bunga
Seperti para pesaingnya di industri properti, Lennar terus menghadapi krisis keterjangkauan yang berkepanjangan. Suku bunga KPR yang mendekati 7% selama kuartal tersebut, ditambah dengan melemahnya kepercayaan konsumen, telah mendorong calon pembeli untuk menunda pembelian rumah.
AdMenurut Miller, suku bunga merespons inflasi yang tetap berada di atas target The Fed, yang didorong oleh ketegangan geopolitik dan harga minyak yang lebih tinggi. Kondisi ini secara langsung memperlambat permintaan di seluruh pasar rumah baru.
Proyeksi Kuartal Berikutnya
Lennar memperkirakan prospek yang lebih lemah untuk kuartal mendatang. Perusahaan memproyeksikan harga jual rata-rata akan berada di kisaran antara $370.000 dan $380.000 per unit.
Proyeksi ini berada di bawah estimasi analis sebesar $383.610, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Sebuah jajak pendapat Reuters baru-baru ini juga menunjukkan bahwa para ahli properti memperkirakan suku bunga KPR AS akan tetap lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dan hanya akan menurun secara moderat, sehingga membatasi pertumbuhan harga rumah hingga tahun depan.