Story
BofA: Tekanan Jual Mekanis pada Won Korea Akibat Aturan Indeks Hampir Berakhir

Tekanan jual mekanis terhadap won Korea, yang dipicu oleh arus keluar dana terkait penyeimbangan kembali indeks, sebagian besar telah mereda, menurut analisis Bank of America. Perkembangan ini dapat memberikan kelegaan bagi mata uang tersebut, yang sebelumnya mengalami tekanan jual signifikan.
Pemicu Arus Keluar Dana
Won sebelumnya merupakan salah satu mata uang dengan kinerja terburuk, sebelum akhirnya berhasil pulih 8% pada bulan Juli. Menurut BofA, pelemahan ini sebagian besar didorong oleh penjualan paksa yang berasal dari dua faktor struktural:
- Penjualan oleh dana pelacak indeks: Ini terpicu secara otomatis karena bobot saham berkapitalisasi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix melampaui batas atas dalam indeks acuan, sehingga memicu penjualan untuk penyeimbangan kembali.
- Pengurangan alokasi oleh dana global: Manajer aset global mengurangi eksposur mereka ke pasar Korea karena kinerjanya yang melampaui tolok ukur pasar negara berkembang secara keseluruhan, sehingga menciptakan status *overweight*.
Kondisi Pasar Telah Berubah
BofA menyatakan bahwa setelah tinjauan indeks terbaru, hambatan mekanis ini "pada dasarnya telah menjadi nol". Koreksi yang terjadi di pasar saham Korea, di mana indeks Kospi sempat turun sepertiga setelah mencapai rekor tertinggi, telah menghilangkan status *overweight* pasar tersebut relatif terhadap pasar negara berkembang lainnya.
AdHal ini secara efektif mengakhiri siklus penjualan terstruktur yang telah membebani won dan pasar ekuitas domestik. Model regresi yang dibangun oleh BofA berhasil memetakan sekitar sepertiga dari fluktuasi arus dana harian, yang mengonfirmasi dampak dari penjualan berbasis aturan ini.
Volatilitas Menjadi Fokus Berikutnya
Ke depannya, pendorong utama potensi arus keluar dana kini telah beralih dari faktor teknis ke volatilitas pasar. Bank of America mencatat bahwa gelombang terakhir penarikan dana akan bergantung pada apakah Indeks Volatilitas Korea (VKOSPI) dapat bergerak menuju level yang lebih stabil.
Dengan meredanya tekanan jual terkait indeks, prospek won kini lebih bergantung pada sentimen risiko pasar secara umum dan stabilitas di pasar saham domestik.