Story
Hakim AS Ragukan 69.000 Gugatan Kanker Terkait Bedak Talk Johnson & Johnson

Summary
Seorang hakim federal AS menyatakan keraguan serius atas klaim bahwa bedak talk J&J menyebabkan kanker ovarium, menuntut para penggugat untuk memberikan bukti kausalitas yang lebih kuat atau menghadapi risiko pembatalan gugatan.
Seorang hakim federal di Amerika Serikat telah menyatakan keraguan serius atas klaim dalam sekitar 69.000 gugatan hukum yang menuduh bedak bayi dan produk talk lainnya dari Johnson & Johnson (J&J) menyebabkan kanker ovarium. Keputusan ini mengharuskan para penggugat untuk menyediakan bukti yang lebih spesifik atau berisiko gugatan mereka dibatalkan.
Keraguan atas Bukti Kausalitas
Hakim Magistrat AS Rukhsanah Singh di Trenton, New Jersey, menyatakan bahwa kesaksian terbaru dari dua saksi ahli pihak penggugat menimbulkan keraguan apakah ada penggugat yang dapat memberikan bukti yang dapat diterima di pengadilan. Bukti tersebut harus secara spesifik menunjukkan "bahwa penggunaan bedak talk secara spesifik menyebabkan kanker ovariumnya."
Menurut Hakim Singh, kedua ahli tersebut, Judith Wolf dan Daniel Clarke-Pearson, dalam kesaksian mereka pada bulan Mei, tidak dapat sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari kanker ovarium yang diderita para penggugat. "Jika ketidakpastian seperti itu memang kenyataan, lalu bagaimana mungkin ada penggugat di sini yang dapat memenuhi beban pembuktian atas klaimnya?" tulis Singh dalam putusannya.
AdImplikasi bagi Litigasi Massal
Putusan ini tidak serta-merta membatalkan ribuan kasus yang telah digabungkan dalam litigasi federal tersebut. Namun, ini menjadi rintangan hukum yang signifikan bagi para penggugat. Hakim Singh telah memerintahkan pihak penggugat untuk memberikan tanggapan paling lambat pada 19 November dan menjelaskan mengapa kasus mereka tidak seharusnya dibatalkan karena kegagalan menyediakan pendapat ahli yang dapat diterima.
Kesaksian para ahli ini merupakan bagian dari persiapan untuk serangkaian enam uji coba perwakilan (*bellwether trials*). Putusan dalam uji coba semacam ini biasanya digunakan untuk menilai potensi nilai klaim yang tersisa dan menjadi panduan dalam negosiasi penyelesaian. Selama ini, J&J secara konsisten membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan bahwa produk talk mereka aman dan tidak mengandung asbes.