Story

Kinerja Perhiasan Akan Tentukan Pemenang di Sektor Barang Mewah yang Melambat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20262 min read
Kinerja Perhiasan Akan Tentukan Pemenang di Sektor Barang Mewah yang Melambat

Summary

Di tengah perlambatan penjualan fesyen dan tas mewah, investor kini menyoroti segmen perhiasan yang menunjukkan pertumbuhan kuat dan margin lebih tinggi. Kinerja di kategori ini diprediksi akan menjadi pembeda utama bagi para raksasa barang mewah.

Text size
Background

Di saat grup-grup mewah bergulat dengan penjualan fesyen yang lesu, investor semakin fokus pada segmen perhiasan sebagai penentu kinerja. Kemampuan sebuah merek untuk unggul dalam penjualan perhiasan dapat menjadi faktor kunci yang membedakan para pemenang dan pecundang berikutnya di industri senilai $400 miliar ini.

Pergeseran Fokus Konsumen

Sektor barang mewah diperkirakan akan kembali bertumbuh pada tahun 2026 setelah mengalami kontraksi selama dua tahun berturut-turut. Namun, para analis industri mencatat bahwa belanja konsumen masih tertekan pada kuartal pertama dan dampaknya diperkirakan akan lebih besar pada kuartal kedua.

Tas kulit, yang secara tradisional menjadi pendorong profitabilitas, kini kehilangan daya tariknya karena dianggap terlalu mahal dan kurang menarik bagi konsumen muda. Sebaliknya, perhiasan menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik. Menurut Carole Madjo, kepala riset barang mewah Eropa di Barclays, minat pada kategori ini meningkat seiring konsumen yang mulai jenuh dengan kurangnya inovasi di fesyen kelas atas. Selain itu, kenaikan harga emas juga menambah daya tarik perhiasan sebagai aset investasi.

Kinerja Impresif di Segmen Perhiasan

Sejumlah grup mewah melaporkan pertumbuhan yang solid di divisi perhiasan mereka, melampaui kategori produk lainnya. Kinerja ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi di luar produk fesyen dan kulit.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Richemont, pemilik Cartier dan Van Cleef & Arpels, melaporkan lonjakan penjualan perhiasan sebesar 24% pada kuartal yang berakhir 30 Juni, jauh di atas perkiraan analis.
  • LVMH, yang menaungi Bulgari dan Tiffany, juga diperkirakan akan membukukan peningkatan penjualan di segmen *hard luxury*. Analis Barclays menaikkan ekspektasi pertumbuhan divisi Jam Tangan & Perhiasan LVMH menjadi 8% untuk tahun 2026, naik dari 7% sebelumnya dan melampaui pertumbuhan 3% tahun lalu. Divisi ini menyumbang 13% dari total omzet LVMH sebesar €81 miliar pada tahun 2025.
  • Kering, pemilik Pomellato dan Boucheron, pada bulan April menyatakan bahwa penjualan divisi perhiasan barunya tumbuh 22% secara sebanding pada kuartal pertama, mengungguli semua segmen lainnya.

Implikasi bagi Merek dan Investor

Pergeseran preferensi konsumen ke perhiasan menimbulkan tantangan bagi pemain yang sangat bergantung pada *soft luxury*, seperti tas dan sepatu. Claudia D’Arpizio, mitra senior di Bain & Company, menyatakan bahwa kategori tas dan sepatu menghadapi "hambatan signifikan" karena penurunan minat konsumen, terutama di kalangan audiens yang lebih muda.

Bahkan merek yang identik dengan produk kulit seperti Hermes merasakan dampaknya. Saham perusahaan turun sekitar 10% setelah meleset dari target pertumbuhan kuartal pertama, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan model bisnisnya yang berpusat pada kelangkaan tas Birkin. Namun, menurut analis Vontobel, segmen perhiasan Hermes telah menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) hampir 30% sejak 2019, meskipun dari basis yang masih kecil. Fenomena ini mendorong pemain seperti Hermes, Prada, dan Gucci untuk lebih menekankan kategori perhiasan, karena di situlah sumber pertumbuhan saat ini berada.

Back to latest news

LATEST