Story
Yen Jepang Diperkirakan Menguat karena Repatriasi Institusional, Prediksi Citigroup

Summary
Citigroup memperkirakan yen Jepang akan menguat terhadap dolar AS hingga tahun 2027, didorong oleh investor institusional yang mengurangi kepemilikan luar negeri mereka yang besar sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga domestik.
Analis Citigroup memproyeksikan periode penguatan yang berkelanjutan untuk yen Jepang, memperkirakan bahwa pengurangan signifikan dalam investasi luar negeri oleh pelaku institusional negara tersebut akan mendukung mata uang tersebut terhadap dolar AS hingga akhir tahun 2027.
Pergeseran Arus Modal
Menurut catatan dari bank tersebut, pendorong utama apresiasi yen yang diharapkan adalah pergeseran struktural dalam arus modal. Investor institusional Jepang, termasuk dana pensiun besar dan perusahaan asuransi, secara aktif mengurangi alokasi aset asing mereka. Tren ini sebagian besar merupakan respons terhadap kenaikan suku bunga di Jepang, yang membuat investasi domestik lebih menarik.
Repatriasi modal ini diharapkan dapat meningkatkan dinamika penawaran dan permintaan yen, secara bertahap mengurangi tekanan penurunan yang terus-menerus dihadapi mata uang tersebut. Jepang adalah pemegang aset asing bersih terbesar ketiga di dunia, setelah Jerman dan Tiongkok, dengan total investasi luar negeri melebihi ¥1.900 triliun, menurut data Citi.
Prospek dan Prakiraan Pasar
Citigroup telah menguraikan lintasan yang jelas untuk pemulihan yen, memberikan target spesifik untuk pasangan mata uang USD/JPY. Analis bank tersebut percaya bahwa resistensi jangka panjang untuk pasangan mata uang ini terkonsentrasi di kisaran ¥160 hingga ¥165.
AdPrakiraan spesifik bank tersebut meliputi:
- Penurunan USD/JPY menjadi sekitar ¥155 pada akhir tahun ini.
- Penurunan lebih lanjut menjadi sekitar ¥145 pada akhir tahun depan.
Konteks dan Latar Belakang
Pergerakan institusional menuju repatriasi ini menandai perkembangan yang signifikan. Meskipun investor ritel baru-baru ini meningkatkan eksposur asing melalui rekening NISA, momentum tersebut dilaporkan telah melambat. Tren saat ini dipimpin oleh pemain institusional jangka panjang yang menilai kembali portofolio global mereka.
Investor Jepang mencetak rekor repatriasi aset luar negeri terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2022. Meskipun kepemilikan aset telah pulih sebagian sejak saat itu, dorongan baru dari lembaga-lembaga untuk menjual aset asing menunjukkan pergeseran yang lebih berkelanjutan yang dapat memberikan dorongan fundamental bagi yen di tahun-tahun mendatang.