Story
Iran Tuntut Kendali Arus Masuk dan Pengawasan Arus Keluar di Selat Hormuz

Summary
Dalam negosiasi dengan Oman, Iran dilaporkan menuntut kendali atas kapal yang masuk ke Selat Hormuz dan pengawasan atas lalu lintas keluar sebagai syarat untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut. Tuntutan ini menjadi titik krusial dalam upaya mengakhiri konflik yang telah memblokir sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Iran menuntut kendali penuh atas lalu lintas kapal yang masuk melalui Selat Hormuz serta visibilitas dan hak intervensi atas lalu lintas kapal yang keluar. Tuntutan ini merupakan bagian dari rencana sementara yang sedang didiskusikan dengan Oman untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut, menurut laporan seorang sumber senior Iran kepada Reuters pada hari Selasa.
Rincian Proposal Iran
Menurut sumber yang terlibat dalam perundingan, proposal yang sedang dibahas menetapkan bahwa jalur keluar akan mengikuti rute antara Iran dan Oman. Izin keluar akan diberikan oleh Oman, namun hanya setelah memberitahu pihak Iran terlebih dahulu.
Sumber tersebut menambahkan bahwa ini adalah "gagasan umum yang saat ini sedang didiskusikan" dan menegaskan bahwa "Teheran kemungkinan tidak akan mengubah posisinya." Sikap ini sudah menunjukkan fleksibilitas, mengingat posisi awal Iran yang menuntut kontrol penuh atas lalu lintas di kedua arah di selat tersebut.
Konteks Konflik dan Implikasi Pasar
Pengendalian Selat Hormuz, jalur utama bagi sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia, telah menjadi ganjalan utama dalam upaya mengakhiri perang antara AS-Israel dengan Iran. Jalur air tersebut sebagian besar telah diblokir sejak perang dimulai pada akhir Februari, yang secara signifikan mengganggu pasar energi global dan rantai pasok komoditas lainnya.
AdSengketa mengenai Hormuz tetap menjadi inti perselisihan. Washington menyatakan bahwa nota kesepahaman pada bulan Juni dengan Teheran untuk menghentikan perang mensyaratkan Iran untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut. Sebaliknya, Teheran berpendapat bahwa teks perjanjian secara eksplisit mempertahankan otoritasnya atas lalu lintas pelayaran.
Latar Belakang Sejarah
Sebelum konflik, pelayaran melewati selat tersebut dengan bebas di bawah skema pemisahan lalu lintas dua arah yang diadopsi oleh badan perkapalan PBB pada tahun 1968. Skema ini, yang disetujui oleh negara-negara di kawasan itu, menciptakan sistem rute kapal yang membagi koridor pelayaran melalui perairan Iran dan Oman.
Bulan lalu, Iran menolak proposal Oman untuk pembagian rute transit yang setara antara kedua negara. Teheran berargumen bahwa proposal tersebut gagal mengatasi masalah keamanan negara itu sampai stabilitas regional jangka panjang tercapai.