Story
HSBC: Reli Emas Akan Berlanjut di Tengah Risiko Fiskal dan Geopolitik Struktural

Summary
HSBC merevisi turun proyeksi harga emas untuk 2026-2027 setelah koreksi tajam, namun tetap optimistis reli akan berlanjut didorong oleh risiko fiskal, ketidakpastian ekonomi, dan tensi geopolitik.
HSBC telah menurunkan proyeksi harga emasnya untuk tahun 2026 dan 2027 menyusul koreksi tajam baru-baru ini. Namun, bank investasi tersebut mempertahankan pandangan positif bahwa logam mulia ini siap untuk melanjutkan relinya, didukung oleh risiko fiskal dan geopolitik struktural yang persisten.
Koreksi Harga dan Proyeksi Terbaru
HSBC merevisi turun proyeksi harga rata-rata emas untuk tahun 2026 menjadi $4.560 per ons dari sebelumnya $4.864, dan untuk tahun 2027 menjadi $4.925 per ons dari $5.000. Proyeksi harga akhir tahun kini ditetapkan pada $4.750 untuk 2026 dan $5.025 untuk 2027.
Penyesuaian ini dilakukan setelah emas mundur dari rekor tertingginya di $5.450 per ons pada 30 Januari. Menurut laporan tersebut, tekanan jual dipicu oleh sinyal kebijakan *hawkish* dari Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS.
Risiko Struktural Jadi Penopang Jangka Panjang
Meskipun ada penurunan proyeksi jangka pendek, James Steel, Kepala Analis Logam Mulia HSBC, menyatakan bahwa ia mempertahankan "sikap positif" terhadap emas. Ia berpendapat bahwa faktor-faktor fundamental yang sebelumnya mendorong harga emas akan kembali menjadi fokus.
Faktor-faktor pendukung utama tersebut antara lain:
Ad- Keborosan fiskal yang berkelanjutan: Terutama di Amerika Serikat, yang diperparah oleh dampak perang, dapat meningkatkan status emas sebagai aset *safe-haven*.
- Ketidakpastian ekonomi: Mendorong investor mencari perlindungan nilai.
- Risiko geopolitik yang tinggi: Cenderung menginspirasi pembelian emas lebih lanjut tanpa memicu likuidasi paksa.
HSBC melihat kenaikan defisit fiskal secara global dan dampaknya terhadap pasar obligasi pemerintah sebagai penopang potensial untuk harga emas yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.
Dinamika Permintaan dan Pasokan
Permintaan dari bank sentral diperkirakan akan menjadi katalis utama. Meskipun pembelian sempat moderat pada tahun 2025 karena harga yang tinggi, HSBC memproyeksikan permintaan dari sektor resmi akan kembali meningkat pada akhir tahun ini, sejalan dengan kebijakan diversifikasi jangka panjang. Proyeksi permintaan bank sentral dipertahankan pada 680 ton untuk 2026 dan 850 ton untuk 2027.
Di sisi lain, permintaan perhiasan diperkirakan terkikis tajam oleh harga yang tinggi. Sebaliknya, permintaan emas batangan tetap kuat, terutama dari investor institusional di Asia. Sementara itu, penguatan dolar AS, seperti yang diperkirakan oleh tim riset valas HSBC, diperkirakan akan menjadi faktor yang membatasi tingkat reli emas.