Story

Goldman Sachs Naikkan Target Harga Palo Alto dan CrowdStrike, Antisipasi Lonjakan Belanja Keamanan AI

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20262 min read
Goldman Sachs Naikkan Target Harga Palo Alto dan CrowdStrike, Antisipasi Lonjakan Belanja Keamanan AI

Summary

Goldman Sachs merevisi naik target harga untuk dua saham keamanan siber terkemuka, meyakini bahwa peningkatan adopsi AI akan mendorong alokasi anggaran yang signifikan untuk keamanan di masa depan.

Text size
Background

Goldman Sachs menaikkan target harganya untuk dua saham keamanan siber, Palo Alto Networks dan CrowdStrike, dengan alasan bahwa belanja kecerdasan buatan (AI) pada akhirnya akan mendorong peningkatan anggaran keamanan yang akan menguntungkan kedua perusahaan tersebut. Bank investasi tersebut mempertahankan peringkat Beli (Buy) untuk kedua saham.

Revisi Target Harga

Dalam sebuah catatan pada hari Selasa, analis Goldman Sachs, Gabriela Borges, menyatakan bahwa pandangan pasar terhadap sektor keamanan telah bergeser. Sektor ini tidak lagi dipandang berisiko akibat AI, melainkan sebagai penerima manfaat yang jelas.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Goldman Sachs merevisi naik target harganya sebagai berikut:

  • Palo Alto Networks (PANW): Target harga 12 bulan dinaikkan menjadi $371 dari sebelumnya $330.
  • CrowdStrike (CRWD): Target harga 12 bulan dinaikkan menjadi $208 dari sebelumnya $182.

"Konsensus berpandangan bahwa lebih banyak belanja AI akan berarti lebih banyak belanja keamanan, yang sebagian besar akan menguntungkan para pemimpin platform saat ini," tulis Borges.

Titik Balik Belanja Keamanan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Goldman Sachs mengakui bahwa mereka belum melihat perubahan signifikan dalam anggaran keamanan yang dialokasikan untuk produk terkait AI. Hal ini disebabkan implementasi AI di tingkat perusahaan yang masih dalam tahap awal dan sering kali berjalan di lingkungan terisolasi atau "sandbox".

Dengan membandingkan siklus komputasi awan (cloud) yang membutuhkan waktu lima tahun bagi belanja keamanan untuk meningkat, Goldman memperkirakan titik balik (inflection) untuk anggaran keamanan AI akan terjadi lebih cepat. Bank tersebut memproyeksikan lonjakan belanja dapat terjadi pada kuartal keempat 2026 atau paruh pertama 2027, yang menyiratkan jeda dua hingga tiga tahun sejak dimulainya siklus adopsi AI.

Pemain Lama Diuntungkan

Menurut Goldman, anggaran keamanan baru yang terkait AI kemungkinan besar akan lebih menguntungkan pemain lama (incumbents) seperti Palo Alto dan CrowdStrike daripada pendatang baru. Hal ini didasari oleh dua faktor: inovasi keamanan lebih didorong oleh *machine learning* daripada AI generatif, dan para pemimpin sektor ini secara agresif mengakuisisi aset teknologi berbasis AI, dengan nilai estimasi lebih dari $2,3 miliar selama 18 bulan terakhir.

Dalam skenario optimistis ("blue sky"), Goldman memperkirakan arus kas bebas (free cash flow) CrowdStrike dan Palo Alto pada tahun 2028 dapat direvisi naik hingga 30% dari estimasi saat ini. Skenario tersebut juga memproyeksikan kedua perusahaan dapat menguasai sekitar sepertiga dari pasar keamanan AI yang sedang berkembang, membuat valuasi mereka menjadi lebih menarik.

Back to latest news

LATEST