Story
Goldman Sachs: Inflasi Inti AS Juni Diperkirakan Lebih Rendah dari Konsensus

Summary
Ekonom Goldman Sachs memproyeksikan inflasi inti AS akan naik 0,17% pada Juni, di bawah ekspektasi pasar. Data ini akan menjadi input krusial bagi keputusan suku bunga The Fed mendatang.
Goldman Sachs memperkirakan laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau CPI bulan Juni akan menunjukkan perlambatan inflasi inti yang lebih kuat dari perkiraan konsensus. Para ekonom di bank investasi tersebut memproyeksikan kenaikan inflasi inti sebesar 0,17% secara bulanan (*month-over-month*), sementara inflasi utama diperkirakan turun 0,11%.
Laporan yang akan dirilis pada hari Selasa ini dianggap sebagai input krusial untuk keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Proyeksi yang lebih rendah ini menjadi sorotan setelah Gubernur The Fed, Christopher Waller, pada hari Senin mengaitkan kemungkinan pengetatan kebijakan dalam waktu dekat dengan data inflasi inti yang kuat.
Pendorong Proyeksi yang Lebih Rendah
Proyeksi Goldman Sachs yang lebih lunak didasarkan pada beberapa faktor utama. Bank tersebut melihat adanya tren disinflasi yang stabil dan berkelanjutan pada komponen sewa dan *owners’ equivalent rent* (OER).
Selain itu, faktor-faktor berikut juga berkontribusi pada perkiraan tersebut:
Ad- Disinflasi harga hotel: Efek dari perhelatan Piala Dunia yang sebelumnya mendorong harga kini mulai mereda.
- Penurunan inflasi bahan bakar jet: Sejalan dengan tren penurunan harga energi secara umum.
- Inflasi otomotif yang lemah: Menunjukkan permintaan yang lebih terkendali di sektor ini.
Implikasi bagi Kebijakan The Fed dan Pasar
Jika proyeksi Goldman Sachs sebesar 0,17% terwujud, hal ini akan melanjutkan tren data inflasi yang lebih rendah dari konsensus Bloomberg selama setahun terakhir. Perkembangan ini dapat secara signifikan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed selanjutnya.
Hasil seperti itu akan konsisten dengan pandangan Goldman Sachs bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga (*hold*) pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juli. Di pasar keuangan, hal ini dapat memicu penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga jangka pendek dan memberikan sedikit tekanan pelemahan terhadap dolar AS.