Story
Bentrokan Saudi-Houthi Meningkat, Mengancam Titik-Titik Kunci Jalur Minyak Timur Tengah

Summary
Serangan lintas batas yang kembali terjadi antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran memicu kekhawatiran atas stabilitas pasokan minyak global, karena konflik tersebut mengancam jalur maritim penting dan membuat harga minyak mentah tetap di atas $100 per barel.
Peningkatan signifikan dalam permusuhan antara Arab Saudi dan gerakan Houthi Yaman yang didukung Iran kembali memberi tekanan pada pasar energi global. Konflik ini, yang ditandai dengan serangan lintas batas baru, meningkatkan risiko terhadap dua titik rawan pengiriman minyak terpenting di dunia: Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.
Serangan Lintas Batas Meningkat
Arab Saudi dan pasukan Houthi saling melancarkan serangan baru pada hari Kamis, menurut laporan dari kedua belah pihak. Televisi yang dikendalikan Houthi melaporkan serangan udara Saudi di provinsi Hajjah, Yaman, sementara pertahanan sipil Arab Saudi mengkonfirmasi korban jiwa pertama yang diumumkan secara resmi dari gelombang serangan baru-baru ini. Badan tersebut menyatakan seorang warga Yaman tewas akibat puing-puing dari drone Houthi yang dicegat di atas kota Taif di bagian barat.
Babak pertempuran terbaru ini telah memicu krisis kemanusiaan, dengan warga sipil melarikan diri dari kekerasan. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa lebih dari 100.000 warga Yaman telah mengungsi, dengan beberapa di antaranya melakukan penyeberangan laut berbahaya ke Djibouti di muara Laut Merah.
Dampak Pasokan dan Pasar Minyak
Konflik yang meluas secara langsung membahayakan rantai pasokan minyak global. Pada hari Kamis, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran mengatakan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo tertembak dan terbakar di Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak global sebelum perang, seperti yang dilaporkan oleh media pemerintah Iran. Insiden ini, dikombinasikan dengan kendali Houthi atas pantai Laut Merah Yaman, mengancam dua jalur utama ekspor minyak Teluk.
AdRisiko geopolitik yang berkelanjutan telah membuat harga minyak mentah global tetap tinggi. Minyak mentah Brent tetap jauh di atas $100 per barel, dan dampaknya dirasakan oleh konsumen. Pada hari Kamis, harga rata-rata eceran solar di AS mencapai rekor tertinggi, mendekati $6,40 per galon.
Ketegangan Geopolitik Membara
Konflik proksi yang meningkat ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios pada hari Kamis bahwa ia menghadapi "keputusan besar" tentang apakah akan memulai kembali serangan besar-besaran terhadap Iran. Hal ini menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari dan gencatan senjata AS-Houthi yang kemudian gagal.
Washington sejauh ini telah menolak permohonan Saudi untuk dukungan militer dalam pertempuran terbaru melawan Houthi, sebuah perubahan penting dalam dinamika regional. Konflik yang lebih luas diperkirakan akan menjadi topik utama diskusi di Majelis Umum PBB minggu depan, menurut Departemen Luar Negeri AS.