Story

Bank of England Mempertahankan Suku Bunga; Pound Sterling Melemah karena Prospek yang Hati-hati

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 19, 20262 min read
Bank of England Mempertahankan Suku Bunga; Pound Sterling Melemah karena Prospek yang Hati-hati

Summary

Poundsterling Inggris melemah terhadap dolar AS setelah Bank of England mempertahankan suku bunga tidak berubah. Investor mempertimbangkan perkiraan inflasi yang agresif dibandingkan dengan pernyataan kebijakan yang hati-hati dan penguatan dolar yang berkelanjutan.

Text size
Background

Poundsterling Inggris jatuh pada hari Kamis setelah Bank of England mempertahankan suku bunga tetap, karena para pedagang menafsirkan risalah kebijakan yang menyertainya sebagai kehati-hatian meskipun bank sentral meningkatkan perkiraan inflasi. Langkah ini terjadi di tengah penguatan luas dolar AS setelah sinyal hawkish baru-baru ini dari Federal Reserve.

BoE Mempertahankan Suku Bunga Tetap, Menyebutkan Risiko Inflasi

Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan yang secara luas diperkirakan. Namun, pemungutan suara terpecah, dengan tiga anggota memilih untuk menaikkan suku bunga segera, menurut risalah rapat yang dikutip oleh Investing.com.

Komite tersebut menandai bahwa risiko inflasi "lebih condong ke atas" sejak Juli, sebagian besar didorong oleh harga energi yang lebih tinggi. Sebagai tanggapan, Bank of England (BoE) merevisi proyeksi inflasinya ke atas:

  • Indeks Harga Konsumen (CPI) sekarang diperkirakan mencapai sekitar 3,75% pada kuartal keempat tahun 2026.
  • CPI diperkirakan akan naik di atas 4% pada awal tahun 2027, naik dari 3,1% pada bulan Agustus.

Komite Kebijakan Moneter (MPC) juga dengan suara bulat memutuskan untuk melanjutkan program pengetatan kuantitatifnya, berencana untuk mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah (gilt) melalui penjualan tahunan sebesar £20 miliar.

Reaksi dan Interpretasi Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Setelah keputusan tersebut, poundsterling melemah terhadap dolar AS. Pasangan mata uang GBP/USD turun 0,23% menjadi 1,3350, seperti yang dilaporkan oleh Investing.com pada pukul 07:20 ET.

Penurunan poundsterling terjadi bahkan ketika ekuitas Inggris menguat, dengan indeks FTSE 100 naik 0,7%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pasar mata uang memandang pesan keseluruhan Bank of England (BoE) kurang agresif dibandingkan dengan peringatan inflasi saja, mungkin mencerminkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi Inggris.

Dominasi Dolar Menentukan Nada yang Lebih Luas

Kinerja poundsterling juga sangat dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS, yang telah didukung oleh sikap hawkish dari Federal Reserve. Proyeksi dari 12 dari 18 pembuat kebijakan AS menunjukkan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Menurut sumber tersebut, pasar memperkirakan 32 basis poin kenaikan suku bunga AS hingga Desember. Francesco Pesole, seorang ahli strategi valuta asing di ING, mengatakan kepada Investing.com bahwa risiko bagi dolar AS "tetap condong ke atas dalam jangka pendek," sentimen yang terus membebani mata uang utama lainnya seperti poundsterling.

Back to latest news

LATEST