Story
Harga Emas Bertahan Dekat Level Tertinggi 2 Bulan di Tengah Pelemahan Imbal Hasil Treasury & Dolar AS

Summary
Harga emas bertahan mendekati level tertinggi dalam dua bulan, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan program pembelian kembali utang jangka panjang yang lebih besar.
Harga emas bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada hari Kamis, didukung oleh imbal hasil Treasury AS yang lebih rendah dan pelemahan dolar. Perkembangan ini terjadi setelah pemerintah AS mengumumkan program pembelian kembali (buyback) yang lebih besar untuk utang jangka panjangnya.
Dampak Program Pembelian Kembali Treasury
Langkah terbaru yang menopang harga emas adalah pengumuman tak terduga dari Departemen Keuangan AS bahwa mereka akan menggandakan ukuran beberapa operasi dukungan likuiditas yang terkait dengan obligasi pemerintah jangka panjang. Peningkatan permintaan ini membantu menekan imbal hasil Treasury jangka panjang, memberikan dorongan baru bagi emas setelah harganya sempat melonjak lebih dari 4% pada hari Rabu.
Hubungan ini penting bagi investor karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Ketika imbal hasil obligasi naik, obligasi menawarkan aliran pendapatan yang lebih menarik dibandingkan emas. Sebaliknya, ketika imbal hasil turun, biaya peluang untuk memegang emas menurun, membuatnya relatif lebih menarik. Pelemahan dolar AS juga turut mendukung logam mulia, karena membuatnya lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Prospek Kebijakan The Fed dan Permintaan Jangka Panjang
Meski lingkungan imbal hasil yang lebih rendah mendukung emas, investor tetap waspada terhadap sikap inflasi Federal Reserve yang masih hawkish. Risalah pertemuan The Fed pada bulan Juli menunjukkan bahwa beberapa pejabat siap untuk menaikkan suku bunga lagi jika inflasi gagal bergerak turun menuju target 2%.
AdNamun demikian, pasar saat ini memperkirakan probabilitas 67,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September, menurut CME FedWatch Tool. Keseimbangan kebijakan ini akan tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan harga emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas, sementara kebijakan yang lebih akomodatif akan mengurangi kerugian kompetitifnya.
Di sisi lain, permintaan jangka panjang untuk emas tetap kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Sebuah survei dari Dewan Emas Dunia (World Gold Council) menemukan bahwa 45% bank sentral berencana untuk meningkatkan cadangan emas mereka, dengan alasan kenaikan inflasi dan ketidakpastian geopolitik sebagai pendorong utama.
Konteks Fiskal AS
Langkah Departemen Keuangan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keuangan pemerintah AS. Menurut data Departemen Keuangan, total utang pemerintah AS kini telah melampaui $40 triliun untuk pertama kalinya. Analis di ANZ mengatakan bahwa program pembelian kembali yang lebih besar ini merupakan sinyal bahwa para pembuat kebijakan ingin menurunkan biaya pinjaman, yang pada akhirnya menciptakan kondisi keuangan yang lebih longgar dan menjadi latar yang menguntungkan bagi emas.