Story

Rasio Lindung Nilai Dolar AS di Level Terendah, Picu Risiko Jual Masif Sebesar $230 Miliar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 3, 20262 min read
Rasio Lindung Nilai Dolar AS di Level Terendah, Picu Risiko Jual Masif Sebesar $230 Miliar
Text size
Background

Investor institusional global secara signifikan mengurangi lindung nilai (hedging) terhadap aset berdenominasi dolar AS mereka. Hal ini menciptakan risiko asimetris yang dapat memicu tekanan jual besar-besaran terhadap greenback jika sentimen pasar berbalik.

Tingkat Lindung Nilai di Posisi Terendah

Menurut data yang diolah dari enam pasar utama termasuk Jepang, Kanada, dan Taiwan, per 30 Juni, investor institusional hanya melakukan lindung nilai sebesar 41% dari eksposur mata uang asing mereka. Angka ini merupakan level terendah yang tercatat setidaknya sejak 2015.

Dengan total aset mata uang asing di enam pasar tersebut yang mencapai $4,6 triliun, setiap kenaikan 5 poin persentase dalam rasio lindung nilai dapat memicu transaksi penjualan dolar AS senilai sekitar $230 miliar. Penting untuk dicatat bahwa ini adalah potensi tekanan jual di pasar valuta asing melalui instrumen derivatif seperti kontrak forward dan swap, bukan berarti penjualan aset AS seperti saham atau obligasi secara langsung.

Dua Penopang Dolar Mulai Goyah

Penurunan minat untuk melakukan lindung nilai selama ini didasari oleh dua faktor utama yang kini mulai terkikis:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Menyempitnya Diferensial Suku Bunga: Selisih suku bunga antara AS dan negara lain yang menyempit telah membuat biaya lindung nilai menjadi lebih murah. Biaya lindung nilai dolar AS untuk tiga bulan bagi investor berbasis yen telah turun menjadi 2,75% dari puncaknya di 6% pada Oktober 2023. Bagi investor berbasis euro, biayanya turun ke 1,32%, terendah dalam dua tahun.
  • Melemahnya Status Safe-Haven: Kekhawatiran atas defisit fiskal AS yang membengkak, intervensi Departemen Keuangan untuk menekan imbal hasil obligasi jangka panjang, dan keraguan atas independensi kebijakan moneter The Fed telah mengurangi kredibilitas dolar sebagai aset aman di saat krisis.

Dampak Pasar dan Potensi Umpan Balik Negatif

Situasi rasio lindung nilai yang rendah saat ini menciptakan risiko umpan balik negatif. Jika dolar AS mulai melemah dan gagal menguat bahkan dalam kondisi pasar yang menghindari risiko (risk-off), para manajer investasi seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi dapat terdorong untuk meningkatkan posisi lindung nilai mereka secara serentak.

Hal ini dapat memicu siklus: pelemahan dolar mendorong lebih banyak lindung nilai, yang kemudian menyebabkan tekanan jual lebih lanjut dan mempercepat penurunan nilai dolar. Para analis dari Wells Fargo memperkirakan bahwa euro dapat menjadi penerima manfaat utama dari potensi pergeseran ini, mengingat besarnya pembelian saham AS oleh dana Eropa yang tidak dilindungi nilai. Sementara itu, Jepang, sebagai pemegang surat utang AS terbesar di luar negeri, berpotensi menjadi pemicu utama gelombang peningkatan lindung nilai ini.

Back to latest news

LATEST