Story
Citi: Posisi Spekulatif Gasoil Capai Puncak, Risiko Koreksi Harga Meningkat

Summary
Menurut Citi Research, posisi beli bersih spekulatif di pasar gasoil mendekati level tertinggi multi-tahun, yang secara historis sering kali diikuti oleh pembalikan harga yang tajam, meskipun harga minyak mentah saat ini didukung oleh risiko geopolitik.
Posisi spekulatif di pasar gasoil telah mencapai level ekstrem yang meningkatkan risiko pembalikan harga atau *pullback* yang tajam, menurut analisis dari Citi Research. Peringatan ini muncul meskipun harga minyak mentah Brent sempat naik ke level $89 per barel pada bulan Agustus, didorong oleh tensi geopolitik yang berkelanjutan.
Posisi Pasar di Titik Jenuh
Citi menyoroti bahwa posisi beli bersih (*net length*) oleh spekulan (*managed money*) pada kontrak ICE Gasoil kembali mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Data hingga pekan lalu menunjukkan posisi tersebut telah mendekati kisaran 100.000 lot, level yang secara historis sering bertindak sebagai plafon atau batas atas.
Menurut bank tersebut, level yang teregang ini secara historis sering kali berbalik arah dengan cepat. Posisi spekulatif yang tinggi ini merupakan salah satu faktor utama yang menopang marjin kilang dan *diesel cracks* yang kuat saat ini. Namun, kondisi ini juga menandakan pasar rentan terhadap aksi jual jika sentimen berubah.
Ketegangan Geopolitik Topang Harga Minyak
Kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini didasari oleh serangkaian faktor risiko geopolitik yang signifikan. Gangguan pasokan dan kekhawatiran pasar diperburuk oleh beberapa perkembangan utama, antara lain:
Ad- Disrupsi di Selat Hormuz: Arus lalu lintas kapal tanker turun drastis menjadi hanya sekitar delapan kapal, jauh di bawah level normal 130-140 kapal sebelum konflik, menurut data Kpler yang dikutip oleh Citi.
- Risiko Laut Merah: Serangan oleh kelompok Houthi di Laut Merah dan terhadap Arab Saudi dilaporkan semakin intensif.
- Serangan ke Kilang Rusia: Ukraina terus menargetkan fasilitas kilang minyak Rusia, termasuk fasilitas Bashneft-Novoil dan Slavneft-YANOS, seperti yang dilaporkan oleh CNBC.
Cerminan Kondisi Pasar Sebelumnya
Citi mencatat bahwa situasi saat ini merupakan kebalikan dari apa yang terjadi pada akhir Juni dan awal Juli. Pada saat itu, sentimen pasar sangat *bearish* terhadap harga minyak mentah, dengan posisi beli bersih gabungan di Brent dan WTI berada di dekat level terendah multi-tahun.
Pada periode tersebut, terdapat ekspektasi bahwa harga dapat jatuh ke level $60 atau bahkan $50 per barel. Namun, eskalasi kembali konflik antara Iran dan Amerika Serikat dengan cepat membalikkan sentimen, mendorong harga dan posisi beli bersih spekulatif naik dari level terendahnya. Hal ini menunjukkan seberapa cepat sentimen pasar dapat berbalik, sebuah risiko yang kini membayangi pasar gasoil yang sangat *bullish*.