Story

Prospek Freeport-McMoRan Naik Jadi Positif Berkat Kesepakatan Tambang Grasberg

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20262 min read
Prospek Freeport-McMoRan Naik Jadi Positif Berkat Kesepakatan Tambang Grasberg

Summary

S&P Global Ratings merevisi prospek Freeport-McMoRan menjadi positif dari stabil, menyusul nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang izin tambang Grasberg.

Text size
Background

S&P Global Ratings telah merevisi prospek (outlook) untuk Freeport-McMoRan Inc. (NYSE:FCX) menjadi positif dari sebelumnya stabil. Lembaga pemeringkat tersebut juga menegaskan kembali peringkat kredit emiten dan peringkat surat utang di level 'BBB-' untuk produsen tembaga tersebut.

Perubahan prospek ini didasarkan pada nota kesepahaman (MoU) yang baru-baru ini dicapai dengan pemerintah Indonesia. Kesepakatan tersebut akan memperpanjang hak penambangan di tambang Grasberg hingga sesuai dengan masa pakai sumber daya yang ada.

Detail Kesepakatan Tambang

Berdasarkan MoU, pemerintah Indonesia akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk anak perusahaan Freeport, PT Freeport Indonesia (PTFI), agar mencakup seluruh masa pakai sumber daya di Grasberg. Sebagai imbalannya, Freeport setuju untuk melepaskan tambahan 12% sahamnya di PTFI kepada pemerintah Indonesia.

Langkah ini akan mengurangi kepemilikan saham Freeport di PTFI menjadi sekitar 37% dari posisi saat ini sebesar 48,76%. Namun, perubahan struktur kepemilikan ini baru akan dimulai pada tahun 2042.

Kinerja Keuangan dan Operasional

Keputusan S&P juga didukung oleh kinerja keuangan Freeport yang solid. Menurut S&P, pendapatan 12 bulan bergulir (rolling-12-month) Freeport yang disesuaikan naik 12,5% menjadi $22,7 miliar pada kuartal pertama 2026, sementara EBITDA melonjak 20,3% menjadi $7,2 miliar.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kinerja ini didorong oleh harga komoditas yang lebih tinggi:

  • Harga tembaga rata-rata mencapai $5,78 per pon, naik signifikan dari $4,44 per pon pada kuartal pertama 2025.
  • Harga emas rata-rata mencapai $4.889 per ons, dibandingkan dengan $3.072 per ons pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang memberikan kredit produk sampingan signifikan dan menekan biaya unit sebesar 8%.

Secara operasional, dimulainya kembali Grasberg Block Cave berjalan lebih cepat dari jadwal. Namun, tantangan muncul akibat material basah yang tak terduga sehingga menghambat penanganan hilir. Hal ini menunda peningkatan kapasitas penuh (full ramp-up) hingga akhir tahun 2027.

Proyeksi ke Depan

S&P Global Ratings memproyeksikan EBITDA Freeport dapat meningkat setidaknya 20% pada tahun 2027 dan 10%-15% lebih lanjut pada tahun 2028. Proyeksi ini mengandalkan harga komoditas yang lebih tinggi dan kembalinya produksi penuh di Grasberg.

Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan leverage konsolidasi perusahaan akan berada di level 1x-2x selama periode perkiraan, setelah melakukan konsolidasi proporsional terhadap PT Freeport Indonesia. Kepastian operasional jangka panjang di Indonesia dinilai sebagai faktor kunci yang memperkuat profil kredit perusahaan.

Back to latest news

LATEST