Story

Geely Akan Produksi SUV Listrik di Pabrik Ford Spanyol, Kembangkan Model Baru Bersama

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20262 min read
Geely Akan Produksi SUV Listrik di Pabrik Ford Spanyol, Kembangkan Model Baru Bersama
Text size
Background

Geely Auto akan memproduksi dua model SUV listrik di pabrik Ford di Valencia, Spanyol, dan kedua perusahaan akan bersama-sama mengembangkan model baru. Langkah ini merupakan bagian dari kemitraan *joint venture* yang diumumkan pada hari Kamis, yang menandai ekspansi signifikan bagi produsen mobil asal Tiongkok tersebut di pasar Eropa.

Detail Kemitraan Strategis

Kemitraan ini akan berbentuk perusahaan patungan (*joint venture*) yang 66% sahamnya akan dimiliki oleh Ford dan 33% oleh Geely. Berdasarkan kesepakatan tersebut, SUV listrik pertama merek Geely dijadwalkan akan keluar dari lini produksi pabrik Valencia pada tahun 2028.

Menurut Wakil Presiden Senior Geely, Victor Yang, SUV listrik pertama yang akan dibuat di Valencia adalah model EX5, yang saat ini sudah dijual di Eropa. Model kedua yang akan diproduksi Geely di pabrik tersebut masih dalam tahap pengembangan. "Kami perlu mengandalkan mitra yang kuat dengan pengetahuan dan keahlian yang tepat untuk mendukung upaya lokalisasi kami," kata Yang kepada Reuters.

Selain itu, Ford dan Geely akan bersama-sama mengembangkan SUV *crossover* baru yang akan tersedia dalam berbagai jenis mesin, termasuk listrik penuh, *plug-in hybrid*, dan *extended-range EV*. Produksi model ini juga akan dimulai pada tahun 2028.

Solusi untuk Kapasitas dan Ekspansi

Kesepakatan ini memberikan solusi strategis bagi tantangan yang dihadapi oleh kedua perusahaan. Bagi Ford, kemitraan ini membantu mengatasi masalah kapasitas pabrik yang tidak terpakai secara signifikan. Pabrik di Valencia, yang saat ini hanya memproduksi SUV Kuga, memiliki kapasitas tahunan sekitar 500.000 kendaraan. Namun, menurut data dari GlobalData, pabrik tersebut hanya beroperasi pada 26% dari kapasitasnya pada tahun 2025.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kepala Ford Eropa, Jim Baumbick, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan "memanfaatkan skala (pabrik Valencia) untuk bersaing pada tingkat biaya yang tepat di Eropa." Ia menambahkan bahwa tidak ada "batasan keras" mengenai seberapa besar kapasitas pabrik yang dapat digunakan oleh Geely.

Bagi Geely, ini adalah langkah krusial untuk membangun fasilitas produksi pertamanya di Eropa. Produsen mobil Tiongkok berlomba untuk mendapatkan basis manufaktur di benua tersebut untuk mengantisipasi peraturan Uni Eropa yang akan datang, yang kemungkinan akan menyertakan klausul "Made in Europe" yang mensyaratkan konten lokal minimum dalam kendaraan listrik.

Konteks Pasar Otomotif Eropa

Langkah Geely merupakan cerminan dari tren yang lebih besar di mana produsen mobil Tiongkok secara agresif berekspansi ke pasar Eropa. Spanyol menjadi pilihan populer karena statusnya sebagai negara produsen mobil terbesar kedua di Eropa setelah Jerman, serta memiliki biaya tenaga kerja dan energi yang lebih rendah.

Analis melihat langkah ini sebagai pragmatis bagi Ford. "Ini mengurangi eksposur biaya tetap, menjaga pabrik tetap hidup, dan secara efektif memonetisasi kelebihan kapasitas," kata Bill Russo, CEO firma penasihat Automobility yang berbasis di Shanghai. Kemitraan ini juga terbantu oleh hubungan panjang antara kedua perusahaan, yang dimulai sejak Geely membeli Volvo Cars dari Ford pada tahun 2010.

Back to latest news

LATEST