Story
Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham EHang ke Netral, Target Harga Dipangkas Tajam

Summary
Goldman Sachs merevisi turun peringkat saham EHang Holdings menjadi Netral dari Beli dan memangkas target harganya, dengan alasan jadwal komersialisasi yang lebih lambat dari perkiraan untuk pesawat eVTOL.
Goldman Sachs telah menurunkan peringkat saham produsen pesawat eVTOL (lepas landas dan pendaratan vertikal elektrik) EHang Holdings menjadi Netral dari sebelumnya Beli. Langkah ini didasari oleh valuasi yang dianggap wajar dan jadwal komersialisasi yang lebih lama dari perkiraan untuk pesawat EH216-S.
Penurunan Peringkat dan Target Harga
Dalam laporannya, Goldman Sachs memangkas target harga 12 bulan untuk saham EHang secara signifikan menjadi $7,30 dari sebelumnya $16,90. Lembaga keuangan tersebut menyatakan bahwa asumsi sebelumnya mengenai pengiriman Kendaraan Udara Otonom (AAV) terlalu optimistis.
Penyesuaian ini mencerminkan beberapa faktor, termasuk:
- Penundaan peluncuran layanan komersial berbayar.
- Ekspansi ke luar negeri yang masih dalam tahap awal.
- Program pesawat VT-35 yang juga berada di fase awal pengembangan.
Proyeksi Komersialisasi yang Lebih Lambat
AdGoldman Sachs menurunkan proyeksi laba EHang untuk tahun 2027 dan 2028. Penurunan ini disebabkan oleh komersialisasi yang lebih lambat, ekspektasi pendapatan yang lebih rendah, dan peningkatan belanja untuk penelitian dan pengembangan (R&D).
Meskipun demikian, bank investasi tersebut masih memproyeksikan pertumbuhan pendapatan EHang yang kuat, dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 77% antara tahun 2026 dan 2028. Pertumbuhan ini diperkirakan akan didorong oleh peningkatan pengiriman pesawat dan perbaikan profitabilitas.
Prospek Jangka Panjang Tetap Positif
Terlepas dari penurunan peringkat, Goldman Sachs tetap positif terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang untuk "ekonomi ketinggian rendah" di Tiongkok. Industri eVTOL di negara tersebut terus mendapat manfaat dari perluasan aplikasi komersial, seperti untuk pariwisata, logistik, dan layanan taksi udara di masa depan.
Lingkungan regulasi juga dinilai semakin mendukung, dengan adanya Undang-Undang Penerbangan Sipil dan Rencana Lima Tahun ke-15 yang memperkuat kerangka kerja. Selain itu, pemerintah provinsi telah memperkenalkan berbagai subsidi untuk mendukung operasi dan manufaktur eVTOL. Goldman Sachs mencatat bahwa komersialisasi yang lebih cepat atau permintaan yang lebih kuat dapat menjadi katalis untuk evaluasi ulang peringkat saham di masa mendatang.