Story

Deutsche Bank: Imbal Hasil Jadi Penggerak Utama Pasar Valas pada 2026

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20261 min read
Deutsche Bank: Imbal Hasil Jadi Penggerak Utama Pasar Valas pada 2026
Text size
Background

Imbal hasil (yield) telah menjadi kekuatan dominan di pasar valuta asing (valas) sepanjang tahun ini, dan strategi *carry trade* diperkirakan akan terus berkinerja baik di tengah ekonomi global yang stabil. Demikian menurut analisis yang dirilis oleh Deutsche Bank AG pada hari Jumat.

Imbal Hasil Mendominasi Pergerakan Mata Uang

George Saravelos, kepala strategi mata uang di Deutsche Bank, menulis bahwa imbal hasil telah menjadi pendorong utama di pasar valas pada tahun 2026. Menurutnya, *carry trade* yang disesuaikan dengan risiko (*risk-adjusted carry*) merupakan faktor terpenting di balik pergerakan mata uang tahun ini.

Dominasi faktor imbal hasil ini tetap bertahan meskipun terjadi berbagai peristiwa besar, termasuk konflik di Timur Tengah, perubahan kepemimpinan di Federal Reserve, dan pergeseran signifikan dalam valuasi saham teknologi.

Prospek Dolar, Euro, dan Yen

Analisis tersebut mencatat bahwa penyesuaian harga yang lebih hawkish dari The Fed telah muncul sebagai faktor positif terpenting bagi dolar AS. Namun, untuk pergerakan dolar yang lebih besar, pasar perlu memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 75 hingga 100 basis poin atau lebih, yang akan mendorong dolar kembali ke status mata uang berimbal hasil tinggi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Deutsche Bank tidak melihat alasan kuat untuk memperkirakan euro akan jatuh lebih jauh atau dolar akan menguat secara luas, mengingat potensi risiko kenaikan pada ekspektasi pertumbuhan Eropa. Sementara itu, yen Jepang terus menghadapi tekanan dari imbal hasil jangka pendeknya yang rendah dibandingkan dengan mata uang utama lainnya.

Implikasi Strategi dan Pilihan Pendanaan

Upaya Jepang untuk mempromosikan investasi domestik dapat memperkuat mata uangnya di masa depan. Deutsche Bank mencontohkan reformasi Dana Investasi Pensiun Pemerintah (GPIF) Jepang pada tahun 2014 sebagai contoh bagaimana perubahan ekspektasi aliran dana domestik dapat menghasilkan pergerakan valas yang signifikan.

Dalam konteks strategi *carry trade*, bank tersebut menyatakan preferensinya untuk menggunakan franc Swiss (CHF) daripada yen Jepang (JPY) sebagai mata uang pendanaan (*funding currency*).

Back to latest news

LATEST