Story
Kekeringan di AS Barat Picu Perebutan Air Antara Pertanian, Kota, dan Industri

Kekeringan yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah barat Amerika Serikat kini semakin parah, memicu persaingan sengit atas sumber daya air yang menipis. Kondisi ini mempertaruhkan kepentingan sektor pertanian, perkotaan, dan industri, terutama di sepanjang sistem Sungai Colorado yang menjadi sumber air bagi sekitar 40 juta orang.
Krisis Air Semakin Dalam
Sistem Sungai Colorado, yang mengaliri tujuh negara bagian AS dan Meksiko, menghadapi tekanan berat akibat kombinasi kekeringan jangka panjang, rekor rendahnya tumpukan salju musim dingin tahun ini, dan suhu panas yang memecahkan rekor. Sebagai respons, pejabat federal sedang mempertimbangkan pemotongan alokasi air secara signifikan bagi negara bagian Arizona, California, dan Nevada.
Krisis ini menciptakan konflik langsung antara berbagai pengguna air. Petani yang mengairi jutaan hektar lahan pertanian kini bersaing dengan kebutuhan kota dan pinggiran kota yang terus berkembang, serta pengguna industri baru seperti pusat data, proyek energi surya, dan pabrik semikonduktor.
Pertarungan di Tingkat Lokal
Di Arizona tengah, petani menghadapi dampak paling nyata. Nancy Caywood, seorang petani alfalfa dan kapas, harus membayar iuran tahunan sebesar $21.000 kepada distrik air setempat meskipun pasokan air sungai untuk lahannya telah habis sejak Maret. Waduk San Carlos, sumber irigasinya, kini hanya terisi 1% dari kapasitasnya.
AdDi Pinal County, Arizona, petani bernama Jace Miller terpaksa membiarkan lebih dari separuh ladangnya tidak ditanami karena kehilangan sebagian besar akses air Sungai Colorado pada tahun 2022. Di sisi lain, politisi di Scottsdale, pinggiran kota Phoenix yang makmur, seperti Michelle Ugenti-Rita, mengusulkan agar kota membeli hak atas air dari para petani untuk memenuhi kebutuhan penduduk.
Implikasi dan Latar Belakang Regional
Situasi ini mempertajam sengketa antara negara-negara bagian Hilir (Arizona, California, Nevada) dan Hulu (Colorado, New Mexico, Utah, Wyoming) mengenai pembagian aliran sungai yang menyusut. Negara-negara bagian Hilir telah mengusulkan rencana untuk mengurangi penggunaan air mereka sekitar 21% per tahun hingga 2028 untuk menjaga level kritis waduk.
Brad Udall, seorang ilmuwan dari Colorado State University, menyatakan bahwa pertumbuhan populasi Arizona yang pesat selama empat dekade terakhir sangat bergantung pada cadangan air tanah yang besar. Namun, ia memperingatkan bahwa sumber daya ini tidak terbarukan dan tidak dapat diandalkan untuk jangka panjang. Bagi investor dan pasar, krisis ini menandakan potensi kenaikan harga komoditas pangan, pergeseran nilai lahan dari pertanian ke pengembangan industri atau perumahan, dan tantangan fundamental bagi model pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.