Story
Saham Citigroup Anjlok Akibat Proyeksi Kenaikan Biaya, Analis Revisi Estimasi

Summary
Saham Citigroup anjlok lebih dari 5% meskipun laba kuartal kedua melampaui ekspektasi, setelah manajemen mengisyaratkan biaya operasional yang lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini.
Saham Citigroup anjlok secara signifikan meskipun melaporkan kinerja laba yang kuat, setelah manajemen bank tersebut secara tak terduga memproyeksikan biaya operasional yang lebih tinggi untuk sisa tahun ini. Perkembangan ini mendorong para analis untuk merevisi estimasi mereka dan menyebabkan aksi jual saham oleh investor.
Proyeksi Biaya Meredupkan Laba Kuartal II
Meskipun Citigroup melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 45% pada kuartal kedua yang melampaui estimasi analis, sahamnya anjlok 5,3% pada hari Selasa. Menurut laporan Reuters, pemicu utamanya adalah panduan manajemen selama panggilan pendapatan yang mengisyaratkan peningkatan pengeluaran pada paruh kedua tahun 2026.
Manajemen, yang dipimpin oleh CEO Jane Fraser, menyatakan bahwa bank memutuskan untuk mempercepat sebagian dari investasi tambahan senilai $5 miliar yang direncanakan untuk meningkatkan pangsa pasar. Bank juga mengantisipasi pengeluaran yang lebih tinggi dari $800 juta yang semula dianggarkan untuk biaya pemutusan hubungan kerja. Fraser menekankan bahwa investasi ini bersifat "ofensif" untuk bersaing, bukan untuk restrukturisasi.
Respons dan Revisi Analis
Pesan yang dinilai simpang siur dari manajemen memicu kebingungan di kalangan analis. Analis Bank of America, Ebrahim Poonawala, menyebutnya sebagai "kesalahan taktis" dan "pesan yang membingungkan" dalam laporannya. Meskipun demikian, sebagian besar analis mempertahankan pandangan positif jangka panjang mereka terhadap saham tersebut.
AdBeberapa analis menyesuaikan proyeksi mereka sebagai tanggapan atas panduan baru:
- Bank of America: Menaikkan estimasi rasio efisiensi menjadi 60,3% dan menaikkan estimasi laba per saham (EPS) 2026 menjadi $11,09.
- Jefferies: Menurunkan estimasi EPS untuk 2026 dan 2027, dengan proyeksi baru $10,65 untuk 2026.
- KBW: Menaikkan sedikit estimasi EPS 2026 menjadi $11,15, menunjukkan bahwa berita biaya mungkin digunakan sebagai alasan untuk aksi ambil untung.
Implikasi bagi Investor
Penurunan tajam harga saham mencerminkan ketidakpastian investor terhadap profitabilitas jangka pendek Citigroup. Meskipun laba saat ini kuat, pasar bereaksi negatif terhadap potensi tekanan pada margin akibat peningkatan biaya di masa mendatang.
Namun, fakta bahwa sebagian besar analis mempertahankan peringkat 'Beli' mereka menunjukkan bahwa strategi investasi jangka panjang bank untuk pertumbuhan dipandang positif, meskipun menimbulkan gejolak jangka pendek. Analis Wells Fargo, Mike Mayo, bahkan masih memperkirakan bank tersebut akan melampaui target profitabilitas 11% untuk tahun 2026.